Indonesia Positif

Divisi Infanteri 2 Kostrad Gandeng UB Kembangkan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:40 | 8.98k
Pangdivif 2 Kostrad bersama jajaran saat berada di Universitas Brawijaya. (Foto: Humas UB)
Pangdivif 2 Kostrad bersama jajaran saat berada di Universitas Brawijaya. (Foto: Humas UB)

TIMESINDONESIA, MALANG – Divisi Infanteri 2 Kostrad jalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk meingkatkan potensi pengembangan pangan nasional wilayah Jawa Timur.

Jalinan kerja sama ini ditandai dengan kunjungan Panglima Divisi Infantri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Anton Yuliantoro, S.I.P., M.Tr., bersama Tenaga Ahli Pertanian Divif2/Kostrad didampingi para asisten Kasdivit ke Universitas Brawijaya (UB), Kamis (20/6/2024).

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.Med.Sc. menyambut baik kedatangan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad ini. Dia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama di bidang ketahanan pangan, khususnya untuk pengolahan lahan jagung dan padi di Jawa Timur, serta nantinya akan diadakan kegiatan bela negara untuk mahasiswa Universitas Brawijaya.

"UB siap mendukung dengan tenaga ahli riset, pembibitan sampai dengan teknologi demi keberhasilan program yang akan dilakukan antara kedua belah pihak nanti,” kata Prof. Widodo.

Selain membahas ketahanan pangan, UB dan Divif 2/Kostrad juga menjajaki kerjasama dalam bentuk pelatihan kepemimpinan, kedisiplinan dan bela negara untuk mahasiswa baru. Kedua belah pihak menilai penting untuk menjauhkan para generasi muda dari hal negatif yang dapat merusak mental bangsa antara lain Disrespect, Narkoba, Radikalisme, Seks bebas, judi online sampai dengan war by design.

Pangdivif-2-Kostrad-2.jpg

Pelatihan kepemimpinan, kedisiplinan dan bela negara tersebut bisa menumbuhkembangkan sikap saling menghargai, rasa senasib sepenanggungan, jiwa korsa dan yang terpenting adalah rasa cinta dan bela tanah air

Rektor menginginkan keterlibatan Divisi Infanteri 2 Kostrad untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa baru terkait kemungkinan adanya ancaman, khususnya perihal radikalisme. "Dengan adanya hal tersebut diharapkan mahasiswa tidak terjangkit dengan adanya isu-isu radikalisme di dalam maupun di luar kampus," pungkasnya.

Pangdivif 2 Kostrad, Mayjend TNI Anton Yuliantoro menyebutkan telah menyiapkan lahan bersama P.T. Perkebunan Nusantara (PTPN) termasuk 800 hetar lahan berada di Jember yang siap untuk penanaman jagung, serta lahan di daerah Kepanjen Malang yang siap ditanami padi.

” Kami akan segera merealisasikan giat ini secepatnya, karena beberapa waktu yang lalu kami sudah bertemu dengan Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.. Dia memberi dukungan penuh dan siap memberi bantuan dalam bentuk bibit dan pupuk sesuai kebutuhan,” katanya.

Dia menambahkan, Divif 2/Kostrad akan menjadi pilot project dalam rangka ketahanan pangan nasional jika kerjasama dengan UB ini berhasil.

”Panglima menjamin keamanan, tenaga, kelompok tani hingga investor sementara bibit dan pupuk oleh Kementan,” pungkasnya saat di UB. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES