Indonesia Positif

Penggerak Wisata di Banjarnegara Ikuti Pelatihan Pemandu Ekowisata, Ini Tujuannya

Kamis, 27 Juni 2024 - 20:52 | 9.14k
Pelatihan pemandu ekowisata di Gedung Rejasa 1 Hotel Surya Yudha Banjarnegara. (Foto: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)
Pelatihan pemandu ekowisata di Gedung Rejasa 1 Hotel Surya Yudha Banjarnegara. (Foto: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan wisata alam, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara memberikan pelatihan ekowisata kepada sedikitnya 40 penggerak dan pemilik destinasi wisata di Kabupaten Banjarnegara.

Pelatihan Pemandu Ekowisata dilaksanakan selama 4 hari sejak 26 - 29 Juni 2025 di Rejasa 1 Hotel Surya Yudha Banjarnegara bertujuan agar penggiat wisata memahami model wisata alami dengan produk keindahan alam eksotis yang ramah lingkungan.

Disamping diberikan pemahaman secara teori, mereka juga diajak berkunjung ke objek wisata alam berbasis keindahan lingkungan pegunungan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Drs Tursiman M.Si menjelaskan sebagian besar objek wisata di Banjarnegara memiliki keindahan alam yang masih alami. 

Sehingga diperlukan SDM (pemandu wisata) yang profesional untuk memberikan informasi keberadaan potensi wisata alam kepada publik/wisatawan.

Sekaligus menjelaskan bagaimana kiat melestarikan lingkungan alam sekitar kita sehingga menjadi kawasan yang indah, ramah lingkungan dan sehat.

"Harapannya, wisatawan menjadi betah tinggal berlama - lama di objek wisata tersebut," ungkap Tursiman.

Tursiman.jpgDrs Tursiman MSi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. (Foto Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)

Disampaikan juga bahwa pelatihan pemandu Ekowisata bertujuan untuk menarik wisatawan dan menjadikan keindahan alam eksotik menjadi tujuan utama dalam rekreasi.

"Banjarnegara itu banyak memiliki destinasi wisata alami, dengan memiliki pemandu wisata yang kompeten, maka wisatawan dapat menikmati keindahan alam yang ada serta mendukung terhadap konservasi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat setempat," ujar Tursiman.

Ekowisata lanjut Tursiman memiliki banyak tujuan seperti yang telah disebut. Namun semuanya merujuk kepada aspek pendidikan, pemberdayaan, konservasi, dan perekonomian masyarakat lokal.

Ke depan, para pemandu ekowisata dapat memberikan pendidikan lingkungan kepada wisatawan guna memperkecil dampak negatif yang bisa merusak karakteristik lingkungan dan kebudayaan pada daerah yang dikunjungi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES