Indonesia Positif

Dukung Pembangunan Kehutanan Berkelanjutan, FPUB Dorong Penguatan Pasar Domestik Kayu Olahan

Jumat, 28 Juni 2024 - 16:08 | 14.28k
Dekan FP UB, Prof Mangku Purnomo saat menyerahkan cindera mata untuk  perwakilan dari KLHK dalam FGD yang digelar di FP UB. (FOTO: FP UB for TIMES Indonesia)
Dekan FP UB, Prof Mangku Purnomo saat menyerahkan cindera mata untuk perwakilan dari KLHK dalam FGD yang digelar di FP UB. (FOTO: FP UB for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) mengambil peran penting dalam mendorong penguatan industri kayu olahan nasional. Hal ini diwujudkan dengan menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Nasional Pembentukan Forum Komunikasi Pengembangan Pasar Domestik Kayu Olahan, dan Penguatan Peran Kayu di Sektor Konstruksi Lokus Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/6/2024).

Project coordinatornya FGD, Dr. Rina Kristanti, S.hut., M.Sc menyampaikan bahwa nFGD ini merupakan bagian dari Proyek ITTO PD 928/22 Rev. 1 (I). "Bertujuan untuk mengembangkan strategi nasional yang komprehensif dalam rangka meningkatkan daya saing produk kayu olahan di pasar domestik," ucapnya.

Dekan FPUB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D mengatakan, Industri kayu olahan menjadi bagian yang penting dalam  bagi perekonomian Indonesia. "Industri kayu olahan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor," ujarnya.

Prof Mangku juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri ini, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Pihaknya pun menyatakan komitmen FPUB untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan.

Dekan-FP-UB-2.jpg

Di tempat yang sama, Kasubdit Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Sudarmalik, S.Hut., M.Si, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan inisiatif yang baik untuk memahami pasar domestik kayu olahan.

"Melalui proyek ini, kita akan mengoptimalkan kajian keunggulan dan tantangan dalam industri kayu domestik sekaligus mencari alternatif di tengah lesunya pasar ekspor dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

FGD ini membahas berbagai isu krusial terkait industri kayu olahan. Hasil riset proyek ini memvalidasi bahwa pasar domestik merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri kayu nasional. Diskusi berfokus pada strategi untuk meningkatkan daya saing produk kayu olahan di pasar domestik, termasuk melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, dan efisiensi produksi. Selain itu, penguatan kelembagaan dan koordinasi antar pemangku kepentingan juga menjadi perhatian utama.

National Consultant FGD, Prof. Dr. Ir. Bramasto Nugroho, M.Si memaparkan hasil sementara kajian yang menunjukkan potensi pasar domestik kayu olahan yang besar di Indonesia. Dia menyebut, meskipun produksi kayu olahan lebih besar daripada produk substitusi, pasar domestik masih didominasi oleh produk substitusi.

"Ini menunjukkan bahwa ada peluang besar untuk meningkatkan pangsa pasar produk kayu olahan di pasar domestik," terangnya.

FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci, termasuk dari KLHK, Dishut Provinsi Jawa Timur, Perum Perhutani, Disperindag Jatim, asosiasi industri kayu, serta akademisi dan praktisi di bidang kehutanan. Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat industri kayu olahan nasional.

FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategi nasional yang komprehensif dan implementatif untuk pengembangan pasar domestik produk kayu olahan. Strategi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam memajukan industri kayu olahan di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES