Indonesia Positif

Sukses Direklamasi, Lahan Bekas Tambang Emas PT BSI Kembali Jadi Habitat Ratusan Jenis Satwa

Sabtu, 29 Juni 2024 - 11:38 | 12.02k
Kegiatan PT Bumi Suksesindo (PT BSI), dalam menjaga tumbuhan dan satwa dikawasan reklamasi. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
Kegiatan PT Bumi Suksesindo (PT BSI), dalam menjaga tumbuhan dan satwa dikawasan reklamasi. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Apa yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) harus menjadi contoh perusahaan tambang lain di Indonesia. Bagaimana tidak, anak Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (PT MCG) ini berhasil melakukan reklamasi lahan bekas tambang hingga kembali menjadi habitat ratusan satwa. Serta menyulap ke dalam kondisi alami semula.

Mulai dari ragam jenis tanaman, spesies burung, mamalia, amfibi, reptile, kupu-kupu, capung dan berbagai jenis serangga kembali menghuni bekas tambang emas gunung Tumpang Pitu, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut.

Superintendent Reklamasi Lahan PT BSI, Faisal Muslim menjelaskan, sejak tahun 2016, pihaknya telah menjalankan program penghijauan di 21 titik di area operasi Tujuh Bukit Operations (TBO). Dengan total luasan 74,45 hektar. Melalui proses reklamasi yang tepat, PT BSI berhasil mengembalikan kehidupan alami.

“Proses ini dilakukan secara bertahap sejak awal operasi tambang. Tanah humus yang subur disimpan dengan hati-hati dan digunakan kembali setelah proses penambangan selesai,” kata Faisal, Sabtu (29/6/2024).

“Untuk memperkuat tanah, dilakukan penanaman rerumputan, legum dan tanaman rambat sebelum akhirnya menanam pepohonan,” imbuhnya.

Keberhasilan program reklamasi yang dilakukan PT BSI, lanjut Faisal, tidak hanya terlihat dari tumbuhnya pepohonan hijau. Kawasan yang telah dihijaukan tersebut kini menjadi rumah bagi beragam satwa, termasuk yang langka.

Berdasarkan inventarisasi bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dikawasan reboisasi PT BSI tercatat kembali menjadi tempat berkembang biak 325 jenis tanaman. 108 spesies burung, 30 spesies mamalia, 15 spesies amfibi, 30 spesies reptil, 54 spesies kupu-kupu, 16 spesies capung, dan beragam jenis serangga.

Guna memantau tumbuh kembang, PT BSI memasang kamera trap di sepuluh lokasi strategis. Hasilnya sungguh memuaskan. Spesies seperti merak hijau, kijang, landak, rangkong badak, julang, dan ayam hutan berhasil terekam. Bahkan, keberadaan Elang Jawa dan Kukang Jawa juga terpantau.

“Fokus kami memastikan semua lokasi reklamasi terus dirawat dan diperhatikan. Kami berupaya mengembalikan kondisi area bekas tambang hingga mendekati keadaan aslinya sebelum ditambang,” cetus Faisal.

Ketua Bagian Monitoring, Setiawan, menjelaskan bahwa keberhasilan yang dicapai tidak lepas dari komitmen PT BSI dalam merawat tumbuhan dan satwa-satwa tersebut. Meskipun pujian dari pemerintah telah mereka terima, namun mereka sadar bahwa pekerjaan mereka belum selesai.

Keberhasilan PT BSI dalam menghijaukan kembali kawasan Tumpang Pitu tidak hanya merupakan prestasi bagi Perusahaan. Namun juga menjadi teladan bagi industri tambang lainnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES