Indonesia Positif

Baitul Arqam Muhammadiyah Tak Semata Pengkaderan, Menguatkan Peran dan Hubungan Sosial

Sabtu, 29 Juni 2024 - 13:19 | 12.80k
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Alfi Nur Hidayat, MT., bersama narasumber pemateri, Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, dan Dr. Nurbani Yusuf, M.Si, dalam kegiatan Baitul Arqam MPK-PDM Kabupaten Malang, di Dau.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Alfi Nur Hidayat, MT., bersama narasumber pemateri, Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, dan Dr. Nurbani Yusuf, M.Si, dalam kegiatan Baitul Arqam MPK-PDM Kabupaten Malang, di Dau.

TIMESINDONESIA, MALANG – Kegiatan Baitul Arqam Pimpinan Persyarikatan dilangsungkan Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, di MBS SMP Muhammadiyah 06 Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (29/6/2024). 

Penguatan peran kader dan pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat Ranting, menjadi pokok bahasan penting dalam kegiatan perkaderan Baitul Arqam ini. 

Hadir membuka kegiatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Alfi Nur Hidayat, ST, MT. Juga, dua narasumber pemateri, Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, dan Dr. Nurbani Yusuf, M.Si.

Kepada TIMES Indonesia, Alfi Nur berpandangan bahwa seperti apa keberadaan Ranting adalah Persyarikatan Muhammadiyah sesungguhnya. 

"Ruhnya ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah pengajian, masjid dan konsolidasi. Dan, sesungguhnya perjuangan paling berat berada di ranting, karena merupakan ujung tombak dan ujung tombok Persyarikatan," tandasnya, Sabtu (29/6/2024). 

MPK-PDM-Kabupaten-Malang-2.jpg

Maka dari itu pula, dalam berjuang dan membesarkan kiprah Muhammadiyah, sangat dibutuhkan kader-kader yang punya semangat dan antusiasme dalam menjalankan organisasi.

Dalam kegiatan Baitul Arqam ini, merupakan upaya pengkaderan yang memberi penguatan dan orientasi, agar kader di tingkat Ranting dan Cabang bisa menampilkan kiprah Muhammadiyah yang mengedepankan kemaslahatan dan berkemajuan. 

Namun demikian, menurutnya baitul arqam ini tidak sebatas rutinitas perkaderan, melainkan bisa menguatkan keberadaan kader di tengah masyarakat luas. 

"Intinya, Ranting sangat penting karena merupakan ujung tombak kaderisasi, dan paling depan dalam menjalankan kegiatan dakwah keagamaan. Lebih dari itu, Ranting adalah ujung tombak dalam menjaga ukhuwah dengan organisasi Islam maupun dalam hubungan sosial lain di masyarakat," demikian pria yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Batu ini. 

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua MPK PDM Kabupaten Malang, Ahad Abdul Jalil mengungkapkan, kader di semua Ranting Muhammadiyah harus selalu diperhatikan dan tidak dibiarkan berjalan sendirian. 

Ini mengingat, keberadaan ranting selalu bersinggungan dengan kemajemukan dengan berbagai latar belakang di lingkungan masyarakat. 

"Tentunya, Ranting harus diperhatikan dan dirawat. Dalam kemajemukan yang ada di lingkungan masyarakat, dinamika gerak Ranting harus selalu diperkuat. Bagimana kader Muhammadiyah harus bertutur dan bersikap, dalam kemajemukan masyarakat ini," demikian Abdul Jalil saat memberi pemantik acara. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES