Indonesia Positif

Komunitas Kebaya Menari Menggelar Kebaya Kelana-Susur Serumpun

Rabu, 03 Juli 2024 - 15:23 | 13.23k
Anggota Komunitas Kebaya Menari tampil dalam agenda Kebaya Kelana-Susur Serumpun di Phuket Thailand.(Dok.Kebaya Menari).
Anggota Komunitas Kebaya Menari tampil dalam agenda Kebaya Kelana-Susur Serumpun di Phuket Thailand.(Dok.Kebaya Menari).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Komunitas Kebaya Menari dengan sukacita turut menyambut perayaan Hari Kebaya Nasional pertama yang telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 tahun 2023.

Semangat tersebut kali ini diwujudkan dalam bentuk perjalanan misi budaya, berkelana membawa kebaya dan Tarian Nusantara ke Singapura, Malaysia dan Thailand.

Ketiga negara ini bersama Indonesia dan Brunei Darussalam meupakan negara serumpun yang telah bersama-sama mengajukan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia untuk dicatat ke dalam Representative List of Intangible Cultural Heritage UNESCO, dan sepakat bersama-sama mengakui Kebaya sebagai kebudayaan bersama (shared culture).

Agenda yang bertajuk “Kebaya Kelana-Susur Serumpun” ini merupakan konsistensi Kebaya Menari dalam pelestarian kebaya melalui seni tari Nusantara, gelar wicara (talkshow) serta eksibisi berbagai jenis kebaya Indonesia, bersama berbagai komunitas pecinta kebaya Indonesia lainnya.

Perjalanan yang memakan waktu sepuluh hari, berangkat dari Jakarta tanggal 28 Juni 2024, menuju Bangkok – Phuket – Singapore – Kuala Lumpur – Melaka, dan kembali ke Jakarta pada 7 Juli 2024.

Sebagai dokumentasi perjalanan, foto dan video akan dirangkum dalam bentuk buku yang disiapkan oleh tim khusus secara profesional.

“Bapak Hilmar Farid selaku Dirjen Budaya Kemendikbud RI, dalam audiensi dengan Kebaya Menari berpesan agar kegiatan budaya ini dapat terdokumentasikan dengan baik, yaitu dalam bentuk buku," jelas Indiah Marsaban, Anggota Tim Riset Hari Kebaya Nasional dan narasumber Kebaya Exchange Knowledge, sebagai salah satu dari Tim Buku Kebaya Kelana, Rabu (3/7/2024).

Kebaya Menari yang dibidani oleh empat sekawan, Yanti Moeljono, Ade Nirmala, Berty Singgih dan Dian Chieq, yang merupakan pegiat budaya dan penari tradisional, merupakan komunitas gerakan akar rumput yang mensiarkan, mensosialisasikan dan mengedukasi pemakaian kebaya kepada masyarakat luas. 

"Sebagai media sosialisasi, kami mengajarkan tari Nusantara dengan berkebaya. Selain itu juga kami kerap menyelenggarakan gelar wicara mengenai sejarah dan perjalanan kebaya dalam berbagai kesempatan," jelas Yanti Moeljono, Ketua Kebaya Menari.

Kegiatan Kebaya Menari dimulai sejak tahun 2019 dengan berbagai kegiatan di dalam dan luar negeri. Sedangkan kelas tari setiap Minggu pagi dimulai sejak 4 Desember 2022, tidak berbayar dengan area berlatih di teras samping Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta.

Kebaya Kelana-Susur Serumpun terselenggara dengan baik berkat dukungan Kemendikbud dan Bank DKI Jakarta. (*)

(Lely) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES