Indonesia Positif

Menyambut Buah Hati dengan Program JKN di Hati, Operasi Caesar Lancar Tanpa Bayar

Senin, 08 Juli 2024 - 12:55 | 6.81k
Risma Dwi Rahayu (33) Peserta JKN .
Risma Dwi Rahayu (33) Peserta JKN .

TIMESINDONESIA, LUMAJANG – Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benar-benar dirasakan oleh Risma Dwi Rahayu (33). Risma sudah menggunakan JKN selama pemeriksaan kehamilannya pada fasilitas kesehatan untuk menyambut sang buah hati. Dari awal dirinya telah mengetahui jika tidak bisa melahirkan secara normal. Hal itu disebabkan karena dirinya pernah melakukan operasi syaraf tulang belakang, sehingga mau bagaimanapun dirinya tidak bisa melakukan persalinan dengan normal. Setelah penantian selama 7 tahun akhirnya dirinya diberi momongan dengan biaya persalinan yang keseluruhan dicover oleh Program JKN dikelola BPJS Kesehatan.

Risma sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak lama pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Swasta. Tepat pada bulan April tahun 2024 Risma melahirkan buah hati di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang, namun dibalik kebahagiaan kelahiran buah hatinya tersebut terdapat kisah perjuangan luar biasa yang dilaluinya. Pada waktu menjelang persalinan, waktu perkiraan persalinannya maju satu minggu karena adanya pendarahan dan sudah merasakan beberapa keluhan. Di situ Risma menceritakan, pada saat dokternya datang ia langsung ditangani dan diberikan penanganan pertama prosedur persalinan.

“Tapi setelah malalui proses persalinan sampai selesai, Alhamdulillah mudah, cepat aman juga enak, saya juga dapat fasilitas kamar yang ber AC. Meskipun saya peserta BPJS Kesehatan kelas dua saya mendapatkan fasilitas yang nyaman. Dari pelayanan dokternya juga enak, dari suster yang visit juga enak. Terus juga ruangan rawat inapnya bersih dan lengkap jadi keluarga yang mendampingi juga nyaman, ga ada keluhan pokoknya sejauh ini.  Kalau untuk pelayanannya saya rasa sudah baik” ungkap Risma, Pada Rabu (3/7/2024).

Risma mengaku, selama mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, semuanya tidak pernah mendapatkan diskriminasi layanan. Meskipun menggunakan JKN, peserta asal Kabupaten Lumajang ini mendapatkan pelayanan yang bagus, dan merasa bersyukur bisa terbantu dengan adanya Program ini.

Seandainya tidak menggunakan JKN, Risma menyebut biaya yang mungkin akan ia keluarkan kurang lebih mencapai belasan juta rupiah. Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Risma merasa terbantu sekali dengan adanya Program JKN. Risma percaya menggunakan JKN untuk persalinannya, karena pengalaman sebelumnya ia telah merasakan pelayanan yang baik dan tidak dipersulit.

“Alhamdulillah tidak ada biaya sama sekali dan bahkan nol rupiah. Kalau tidak pakai JKN mungkin sampai belasan juta rupiah, karena kan saya operasi caesar. Jadi dengan biaya itu bisa saya alihkan untuk kebutuhan lainnya. Saya merasa terbantu sekali pakai JKN. Saya percayakan penjaminan biaya sepenuhnya ke Program JKN. Di sana saya sudah merasakan pelayanan yang baik dan saya tidak dipersulit,” kata Risma.

Baginya Program JKN itu program yang baik, karena meringankan masyarakat yang kurang mampu untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa khawatir akan biaya. Dirinya juga menceritakan kalau biaya persalinan cesar itu biayanya antara 15-30 juta. Ia juga merasa bersyukur dan terbantu dengan adanya Program JKN ini. Seandainya ia tidak ikut BPJS berapa besar biaya yang harus ia keluarkan untuk proses kehamilan sampai proses persalinannya.

“Untuk Over All dari pelayanan, penanganan, ruangan, obat dan semacamnya itu sudah bagus menurut saya. Saya bangga menyambut anak saya lahir dengan program JKN. Tidak membayangkan ya kalau harus bayar tanpa ada JKN, karena kan pasti habis banyak banget. Padahal uangnya bisa saya alokasikan untuk yang lainya” tambah Risma.

Risma mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan dengan adanya Program JKN. Menurutnya, dengan adanya program ini masyarakat yang kurang mampu bisa terbantu ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia berharap seluruh masyarakat punya JKN, agar tidak kesulitan ketika harus menghadapi biaya pelayanan kesehatan yang tidak sedikit.

“Terima kasih untuk Pemerintah dan BPJS Kesehatan, kami masyarakat yang kurang mampu jadi terbantu, meringankan beban. Pokoknya manfaatnya banyak sekali. Kalau bisa semua orang punya JKN, karena itu program yang sangat bermanfaat. Kalau tidak ada JKN pasti sulit, apalagi dengan biaya pelayanan kesehatan yang besar,” ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES