Indonesia Positif

Ratusan PPPK Banyuwangi Iuran untuk Bedah Rumah Warga Miskin

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:20 | 6.83k
Anggota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Banyuwangi di lokasi salah satu bedah rumah warga (Foto : Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Anggota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Banyuwangi di lokasi salah satu bedah rumah warga (Foto : Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan kepedulian sosial dengan melakukan iuran untuk bedah rumah tidak layak huni milik warga miskin.

Kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas pengangkatan mereka, yang awalnya menjadi tenaga honorer diangkat menjadi PPPK Kabupaten Banyuwangi formasi tahun 2023. 

Sekitar 550 tenaga PPPK itu, melakukan iuran sebesar Rp100.000 per orang hingga terkumpul dana dengan total Rp55.000.000 untuk membedah rumah tidak layak huni.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas yang mengetahui aksi sosial tersebut, memberikan apresiasi kepada tenaga PPPK angkatan Tahun 2023 ini. 

Menurutnya, langkah itu sinergis dengan program bedah rumah dan penanganan kemiskinan yang rutin digelontorkan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Saya pribadi dan atas nama Pemkab Banyuwangi sangat berterima kasih atas inisiatif para PPPK. Semoga ini menjadi ladang pahala, dan memperlancar pekerjaan teman-teman semua," kata Ipuk, Rabu, (10/7/2024).

Ipuk menjelaskan, selama ini mekanisme bedah rumah di Banyuwangi dilakukan dengan gotong royong. Mulai dari pemkab, pemerintahan desa, swasta, hingga dukungan dari pemerintah pusat. 

Pada 2023 lebih dari 1.300 rumah tidak layak huni warga Banyuwangi telah direnovasi.

"Bantuan stimulus perbaikan rumah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi," ungkap Ipuk.

Sementara itu, Ketua Koordinator Program Bedah Rumah itu, Virgioriani menyampaikan, bahwa inisiatif bedah rumah ini sebagai bentuk rasa syukur dan murni muncul dari tenaga honorer yang telah diangkat menjadi PPPK. 

“Kami merasa tersemangati Pemkab Banyuwangi yang selalu menggerakkan kepedulian semua pihak, dan kami ingin berpartisipasi membantu program-programnya, khususnya masalah penanganan kemiskinan," kata Virna sapaan akrabnya yang juga merupakan tenaga PPPK bidan di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Seluruh partisipan yang melakukan kegiatan bedah rumah ini, sebelumnya mereka adalah tenaga honorer. Bahkan, ada yang sampai puluhan tahun di Instansi Pemerintah.

"Kami bersyukur sudah menjadi Anggota PPPK. Semoga yang kami berikan ini bisa menjadi berkah untuk kami semua,” ungkapnya.

Pada kesempatan kali ini, PPPK tahun 2023 ini terdiri dari formasi guru, tenaga kesehatan maupun tenaga teknis melakukan dua bedah rumah yakni di Kelurahan Mojopanggung dan Kecamatan Kabat. 

“Masing-masing rumah dianggarkan sekitar Rp25 jutaan,” terang Virna.

Untuk diketahui, pengumpulan bedah rumah tersebut dilakukan sejak awal bulan Juli 2024. Selama pengerjaan para tenaga PPPK ini melibatkan warga setempat, sedangkan untuk desain dan pembelanjaan material dikawal langsung oleh mereka. 

“Kami target per rumah bisa selesai dalam 2 minggu,” cetusnya.

Diharapkan aksi mulia tenaga PPPK tahun 2023 ini dapat menjadi motivasi bagi pihak lain, untuk turut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan di Banyuwangi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES