Warek IV Bidang Perencanaan dan Kerja sama UNJ adakan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Indramayu
Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bagian integral tri dharma perguruan tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lain yaitu penelitian, pendidikan dan pengajaran. Melalui pengabdian masyarakat

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bagian integral tri dharma perguruan tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lain yaitu penelitian, pendidikan dan pengajaran. Melalui pengabdian masyarakat, UNJ hadir ditengah-tengah masyarakat untuk mengatasi masalah yang ada di lapangan melalui kolaborasi pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi bersama di Indonesia. Pada kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd dan beranggotakan tiga orang yakni Dr. Linda Zakiah, M.Pd, Dr. Uswatun Hasanah, M.Pd.
Kegiatan pengabdian ini mengusung tema edupreneurship melalui pengolahan limbah rumah tangga. Pesertanya merupakan kelompok sadar wisata dan ibu–ibu PKK di wilayah Kabupaten Indramayu. Tema ini hadir karena permasalahan limbah merupakan masalah yang tidak akan habis, karena selama masih hidup akan tetap selalu memproduksi limbah. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin tinggi juga akan limbah yang diproduksi. Edupreneurship adalah bagian dari enterpreurship, yang berkembang di dunia pendidikan. Oleh karena itu pengertian enterperneurship berkembang sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Di bidang sosial disebut dengan sosiopreneurship, di bidang pendidikan disebut dengan edupreneurship, di internal perusahaan sendiri disebut dengan interpreneurship, sedangkan di bidang teknologi disebut dengan teknopreneurship (Sutrisno, 2017). Hal ini berangkat dari realitas masyarakat yang cenderung lebih banyak mencari pekerjaan dibandingkan menciptakan lapangan pekerjaan. Di sinilah benang merah antara pendidikan dengan entrepreneurship untuk merubah mindset dan paradigma befikir masyarakat sehingga akan muncul karakteristik entrepreneur seperti kreativitas, mandiri, dan pantang menyerah.

Dalam paparannya, Beliau menyampaikan bahwa seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan kegiatan pengabdian masyarakat kali ini akan diadakan utamanya pada evaluasi produk dan juga evaluasi kognitif menunjukkan para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dari awal sampai selesai. Terbukti dari kedisiplinan dan keaktifan mereka dalam bertanya dan berpartisipasi pada setiap materi pelatihan yang mereka dapatkan. Motivasi yang tinggi dari ibu-ibu PKK saat mengikuti kegiatan pengabdian ini tampaknya menjadi sebuah temuan yang pantas untuk dibahas. Semoga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang baik bagi desa setempat.
Dengan demikian, adanya pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan limbah industri rumah tangga dapat dijadikan sebagai stimulus kewirausahaan Di Kabupaten Indramayu.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

