Indonesia Positif

Kementan RI Edukasi Peternak Kediri Cara Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia dan Unggas

Jumat, 16 Agustus 2024 - 11:06 | 22.99k
Pembukaan Pelatihan Pengolahan Pakan Ruminansia dan Unggas di Brizantha Convention Hall BBPP Batu. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Pembukaan Pelatihan Pengolahan Pakan Ruminansia dan Unggas di Brizantha Convention Hall BBPP Batu. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BATU – Subsektor peternakan memiliki peran yang cukup besar dalam menunjang perekonomian nasional. Selain sebagai penopang dalam mensejahterakan masyarakat, keuntungan nyata yang dapat dirasakan langsung dari subsektor peternakan adalah terbukanya lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan dan sumber bahan pangan hewani. 

Hal tersebut senada dengan tujuan pembangunan subsektor peternakan yakni  meningkatkan produksi, memenuhi konsumsi dalam negeri, bahan baku industri, meningkatkan devisa negara di sektor nonmigas, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan peternak

Advertisement

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan jumlah peternak lokal di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor susu dan daging beku yang nilainya mencapai Rp37 triliun per tahun, serta untuk mengejar swasembada di sektor peternakan

“Kita akan cetak peternak lokal, stop impor,” kata Amran. Mentan menekankan bahwa nilai impor yang saat ini mencapai angka Rp. 37 triliun merupakan kondisi yang memprihatinkan,” sebut Mentan Amran.

Mentan Amran berharap petani dan peternak Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal, agar dapat menikmati manfaat yang lebih besar, khususnya pada aspek ekonomi.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, perlu diimbangi dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi guna mendukung program utama Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi darurat pangan.

“Dengan didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, Saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan, akan tercapai,” sebut Santi

Dalam upaya mendorong sekaligus mengedukasi para peternak diwilayahnya, Pemerintah Desa Jabon, Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri melaksanakan pelatihan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu pada 12 – 13 Agustus 2024. Peternak yang berjumlah 25 orang diterima oleh Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan beserta jajaran di Brizantha Convention Hall BBPP Batu.

Pelatihan-BBPP-batui.jpg

Dalam sambutannya, Roby menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Pemdes Jabon karena memilih BBPP Batu sebagai lokus untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam pengolahan pakan ruminansia dan unggas. 

Roby menambahkan, dalam berwirausaha di sektor peternakan para peternak memerlukan motivasi yang kuat.  

“Setiap Langkah yang dijalankan, akan menemukan hambatan atau kendala tetapi kita harus selalu optimis menghadapinya sebagai tantangan untuk dapat kita Atasi dan menjadikan kesuksesan bagi usaha peternakan kita,” ujar Roby.

Lebih lanjut Roby menyampaikan, dalam usaha peternakan salah satu komponen terpenting adalah pakan. 

“Berdasarkan hal tersebut, tentunya kegiatan ini merupakan momentum yang baik untuk bisa saling sharing knowledge dan experience terkait pengolahan pakan ruminansia dan unggas. Sehingga hasil pertemuan hari ini, dapat di terapkan di wilayah masing-masing sekembalinya dari sini,” tambah Roby.

Selama di BBPP Batu, peserta akan di ajarkan terkait pengenalan bahan pakan untuk ayam serta pembuatan pakan untuk ternak sapi dalam bentuk silase dan pakan lengkap.

Widyaiwara BBPP Batu dari Divisi Nutrisi dan Pakan ternak, sekaligus fasilitator pada kegiatan ini Ari Khiyatil Jaliyah menyampaikan, pakan sangat diperlukan oleh ternak baik dari kuantitas, kualitas maupun kontinyuitasnya. Untuk menjaga kontinyuitas pakan, maka perlu dilakukan pengolahan pakan yang dapat berfungsi untuk pengawetan pakan dan juga meningkatkan kualitas pakan tersebut. 

"Pembuatan silase dan pakan lengkap adalah contoh pengolahan pakan yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Dengan mengikuti pelatihan ini, para peternak dapat menerapkan materi yang telah diajarkan dan diharapkan dapat menyebarluaskan kepada peternak lain di wilayah masing-masing," jelas Ari. (*)

*Penulis : Ari Khiyatil Jaliyah

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES