Advertisement
Indonesia Positif

Purnawan Dwikora Negara Ajak Diskusi di Lokasi Tengger untuk Membahas Masyarakat Adat dan Hak Atas Tanah

Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH., MH., dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang (FH UWG), memimpin sebuah diskusi penting yang membahas topik terkait Masyarakat Adat, Hak atas Tanah, dan Perempuan.

TIMES Indonesia,
Purnawan Dwikora Negara Ajak Diskusi di Lokasi Tengger untuk Membahas Masyarakat Adat dan Hak Atas Tanah
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH., MH., dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang (FH UWG), memimpin sebuah diskusi penting yang membahas topik terkait Masyarakat Adat, Hak atas Tanah, dan Perempuan.

Acara ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Women Ngalam Bergerak dan berlangsung di lokasi yang sangat berhubungan dengan tema diskusi – ruang Tengger yang biasa digunakan Dr. Purnawan untuk kuliah mata kuliah Hukum Adat.

Advertisement

Diskusi ini berlangsung setelah upacara yang dilakukan di permukaan sungai dan di sungai bawah tanah, menggarisbawahi pentingnya konteks lingkungan dalam pembahasan hukum adat. Dr. Purnawan memilih lokasi Tengger sebagai tempat diskusi untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang "chemistry" dan energi yang ada di sana, serta penderitaan masyarakat Tengger yang sering kali tidak tampak di permukaan, terbenam dalam hiruk-pikuk industrialisasi pariwisata.

Purnawan-Dwikora-UWG.jpg

Sebagai seorang pakar hukum lingkungan yang dikenal gemar memberikan kuliah di alam terbuka, Dr. Purnawan percaya bahwa pengalaman langsung di lapangan adalah kunci untuk memahami kondisi real yang dihadapi masyarakat adat. Dengan mengajak mahasiswa dan peserta diskusi ke lokasi tersebut, Dr. Purnawan berharap mereka bisa merasakan dan mengerti lebih dalam tentang kerusakan lingkungan yang semakin marak serta dampaknya terhadap bencana alam.

“Melalui pengalaman langsung di lokasi, saya ingin mahasiswa dan peserta diskusi dapat memahami secara mendalam bagaimana realitas di lapangan dan tantangan yang dihadapi masyarakat adat, terutama dalam konteks hak atas tanah dan dampak dari pariwisata yang tidak berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSantoso (CR-058) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia