Bully? No Way! KSM Unisma Malang Ajak Siswa SMP Islam Hidayatul Mubtadiin untuk Saling Toleran
Mahasiswa Unisma Malang menyelenggarakan acara sosialisasi stop bullying dan sosialisasi bertatakrama dan beretika di sekolah SMP Islam Hidayatul Mubtadiin Patokpicis Kec. Wajak Kab. Malang, Kamis, 15/8/2024),

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa Unisma Malang menyelenggarakan acara sosialisasi stop bullying dan sosialisasi bertatakrama dan beretika di sekolah SMP Islam Hidayatul Mubtadiin Patokpicis Kec. Wajak Kab. Malang, Kamis, 15/8/2024),
Kegiatan ini dalam sebuah upaya pencegahan bullying serta serta tatacara dalam beretika dan bertata krama pada siswa dan siswi kelas VIII yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tentram, dan tertib.
Sosialisasi stop bullying pada anak SMP sangatlah krusial karena menginjak pada periode masa remaja yang pada tahap ini, anak-anak sedang mencari jati diri, membangun relasi sosial, berbagai perubahan fisik, dan emosional.
Tema stop bullying dipilih karena pertama tingkat kerentanan tinggi, anak SMP cenderung lebih rentan menjadi korban atau pelaku bullying karena faktor usia, tekanan sosial, dan perubahan hormonal, kedua dampak jangka panjang, bullying dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius pada korban, seperti depresi, kecemasan, rendah diri, hingga keinginan untuk bunuh diri.
Dampak ini dapat berkelanjutan hingga dewasa, ketiga lingkungan sekolah, sekolah merupakan lingkungan sosial pertama di luar keluarga yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak, keempat lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying sangat penting untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Salah satu siswa kelas VIII yang bernama Danu menyatakan bahwasannya ia pernah menjadi korban pembulian fisik oleh temannya di sekolah. Dia menyatakan bahwa ketika aksi pembulian itu terjadi dia hanya diam saja dan tidak melawan karena pride dia sebagai laki-laki. Berdasarkan stigma yang berkembang di lingkungan sekolah ialah hal yang memalukan jikalau menangis dan mengadukan perbuatan perundungan karena dipandang tidak gentle atau terkesan cemen padahal paradigma yang demikian iala salah.
Maka dari itu pencegahan dini sangat diperlukan karena dengan melakukan sosialisasi sejak dini, kita dapat mencegah terjadinya bullying dan menciptakan budaya sekolah yang positif dan inklusif serta melalui sosialisasi ini, siswa dapat diajarkan untuk mengenali tanda-tanda bullying, berani melaporkan kejadian bullying, dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolahnya.
Materi yang disampaikan dalam sosialisasi stop bullying yaitu:
1. Definisi bullying mencakup apa itu bullying, apa saja bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, social, cyberbullying)
2. Dampak bullying terhadap pelaku maupun korban.
3. Cara mencegah bullying, bagaimana cara mencegah bullying terjadi, apa yang harus dilakukan jika melihat atau mengalami serta bagaimana cara mengatasinya
Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi tentang bertata krama dan beretika. ketika kami menjadi asisten mengajar di kelas masih banyak siswa dan siswi yang dirasa kurang sopan ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung, seperti berkata kasar, beberapa ada yang menantang baik secara lisan ataupun sikap. Maka dari itu ujuan utama dari pemilihan tema sosialisasi ini adalah membentuk karakter individu yang berakhlak mulia, memiliki empati dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara ramah dan sopan santun, baik di dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.
Materi yang disampaikan pada sosialisasi bertata krama dan beretika yakni:
1. Definisi tata krama dan etika mencakup aturan sopan santun yang diterima dalam masyarakat serta ilmu tentang apa yang baik dan buruk dalam perilaku manusia.
2. Persamaan keduanya berkaitan dengan perilaku dan interaksi social dan bertujuan menciptakan keharmonisan dalam masyarakat dan lingkungann sekolah.
Nurul selaku bagian kesiswaan pada sekolah SMP Islam Hidayatul Mubtadiin menyatakan bahwasannya beliau sangat terbuka dan mendukung acara sosialisasi yang kami agendakan.
Diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat tertanam dalam diri siswa dan menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama serta diharapkan kasus bullying di sekolah semakin berkurang dan terjalin hubungan yang lebih harmonis antar siswa. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Penulis: Zakiyah Salsabila dan Rintan Anastasya Al Amin, Mahasiswa KSM-T Kelompok 55 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

