Advertisement
Indonesia Positif

KPAI Apresiasi Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur Wujudkan Lembaga Pendidikan Ramah Anak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi segala langkah Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur yang mewadahi SD, SMP, SMA, SMK, dan STAI dalam upaya mewujudka ...

TIMES Indonesia,
KPAI Apresiasi Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur Wujudkan Lembaga Pendidikan Ramah Anak
KPAI bersama pengasuh dan santri Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur (Foto: dok. Pesantren Al-Ittihad Cianjur)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

CIANJUR Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi segala langkah Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur yang mewadahi SD, SMP, SMA, SMK, dan STAI dalam upaya mewujudkan lembaga pendidikan ramah anak.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Aris Adi Laksono saat kegiatan "Penyuluhan dan Pengendalian Kekerasan Anak di Lingkungan Pesantren" di hadapan ribuan santri di GOR Al-Badar Pondok Pesantren Al-Ittihad, Jalan Raya Cianjur-Bandung, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Advertisement

Menurutnya bahwa Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur telah berupaya semaksimal mungkin dalam menciptakan lingkungan pesantren dan sekolah ramah anak, di mana ini merupakan langkah yang sangat layak untuk diapresiasi. 

"Kegiatan seperti ini tidak hanya menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas, tetapi juga memperkuat perlindungan anak di tengah-tengah masyarakat ke depannya. Ini sejalan dengan keseriusan KPAI dalam menangani isu kekerasan terhadap anak," kata Aris dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Senin (26/08/2024).

Pihaknya menjelaskan, keberhasilan pondok pesantren dalam menciptakan lingkungan yang mendukung hak-hak anak menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya. Pesantren yang biasanya identik dengan pembelajaran agama yang intensif, di sini berhasil menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat sejalan dengan penghormatan terhadap hak-hak anak, termasuk perlindungan dari segala bentuk kekerasan. 

"Bahwa langkah yang diterapkan di Pondok Pesantren ini sejalan dengan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan konvensi hak anak yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia," ungkap Doktor lulusan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung tersebut.

Pesantren-Al-Ittihad-2.jpg

Ditambahkan Aris, bahwa kegiatan pembinaan dan pengendalian kekerasan terhadap anak di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya KPAI untuk terus mengawal perlindungan anak di berbagai institusi pendidikan, termasuk pesantren. 

"Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang sosialisasi semata, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya bersama menginternalisasikan nilai-nilai perlindungan anak kepada seluruh warga pesantren," timpalnya.

Sementara itu salah satu pengasuh yang juga Kepala SMA Al-Ittihad, Dr. H. Ujang Sahid Damanhuri menuturkan, pihaknya terus mengupayakan dengan memastikan setiap santri dan siswa mendapatkan haknya untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Pihaknya telah berikhtiar dalam pembentukan generasi muda yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga bermoral dan berkarakter positif.

"Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran akan pentingnya lingkungan pendidikan yang ramah anak dapat semakin meningkat di kalangan pendidik dan peserta didik. Semoga upaya ini dapat terus berlanjut untuk bersama-sama menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan terlindungi," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia