Advertisement
Indonesia Positif

UMKU Kudus Gelar Pelatihan dan Pengukuhan Kader, Diharap Mampu Rawat Lansia

Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan pelatihan dan pengukuhan kader demensia pada anggota Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kudus. ...

TIMES Indonesia,
UMKU Kudus Gelar Pelatihan dan Pengukuhan Kader, Diharap Mampu Rawat Lansia
Rektor UMKU Dr. Edy Susanto (dua dari kanan) foto bersama peserta pelatihan dan pengukuhan kader demensia anggota PD Aisyiyah Kudus. (FOTO:Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KUDUS Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan pelatihan dan pengukuhan kader demensia pada anggota Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kudus.

Kegiatan dikemas dalam program Pedekate, yaitu Peduli Demensia Komunitas Terpadu, Dosen UMKU Laksanakan Pelatihan can Pengukuhan Kader Demensia Organisasi Aisyiyah Kabupaten Kudus.

Advertisement

anggota-PD-Aisyiyah-Kudus-2.jpg
Anggota Peduli Demensia Komunitas Terpadu, Dosen UMKU yang dikukuhkan sebagai kader Demensia Organisasi Aisyiyah Kudus. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)

PEDEKATE merupakan program pelatihan yang komprehensif untuk kader kesehatan. Kader kesehatan yang terlatih diharapkan mampu mendeteksi dan merawat lansia dengan demensia secara aktif di wilayah masing-masing.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor UMKU ini berlangsung di ruang serbaguna dan diikuti sebanyak 34 kader kesehatan dari PDA Kudus dan PCA kota Kudus.

Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengabdian yang mendapat dukungan dari hibah dari Kemendikbud.

“Selama ini, pikun dianggap sebagai sebuah hal yang lumrah pada lansia, melalui pelatihan ini, semoga dapat mengatasi demensia," kata Edy, Sabtu (7/9/2024).

Advertisement

"Ini menjadi solusi pemecahan masalah yang baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap demensia sehingga mampu mempertahankan pemenuhan kebutuhan Activity Daily Living (ADL) dan kualitas hidup pada lansia,” lanjutnya.

Demensia merupakan penyakit neurodegenerative (penyakit saraf) yang paling umum dialami oleh lansia. Secara global, lebih dari 50 juta orang menderita demensia , bahkan satu kasus baru terjadi setiap 3 detik. 

“Melihat kasus dimensia yang cukup signifikan, maka perlu pembinaan kader kesehatan terkait perawatan demensia, tujuannya untuk menciptakan komunitas yang supportif menangani dan mencegah demensia” ujar Jauhar M.Kep.

Ia juga menambahkan, kader kesehatan sebagai caregiver informal merupakan perpanjangan tangan tenaga kesehatan dan menjadi salah satu pilar utama dalam mengatasi demensia.

Sinergitas lintas sektor dalam upaya menurunkan kasus demensia diharapkan mampu mendukung sasaran program dan kebijakan pemerintah dalam peningkatan derajat kesehatan lanjut usia.

Apresiasi juga diberikan Khosifah, salah satu peserta kader kesehatan menyambut kegiatan dengan penuh semangat, dirinya menyebut banyak manfaat didapatkan dengan mengikuti kegiatan ini.

“Populasi Lansia dalam organisasi Aisyiyah cukup banyak, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat partisipasi organisasi Aisyiyah dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat khususnya lansia,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

I
PenulisIhza Fajar Azhari Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia