Program Kemitraan Masyarakat 2024: Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan dalam Eduwisata di Omah Kebun Bumiaji
Universitas Widyagama Malang (UWG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup melalui Program Kemitraan Masyarakat

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Universitas Widyagama Malang (UWG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2024. Diketuai oleh Dr. Emma Budi Sulistiarini, ST. MT., dosen Teknik Industri Fakultas Teknik UWG, program ini mengusung tema "Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan dalam Eduwisata" yang dilaksanakan di Omah Kebun Bumiaji, Kota Batu.
Program ini menggabungkan konsep pendidikan dan wisata (eduwisata) dengan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Melalui kerja sama dengan petani lokal yang tergabung dalam OKBA (Omah Kebun Bumiaji), pengunjung dapat belajar tentang metode pertanian organik, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta teknik perawatan tanaman berbasis bahan alami yang tidak merusak lingkungan.
"Eduwisata ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk mengajarkan pentingnya pertanian ramah lingkungan kepada publik," ujar Dr. Emma. Dalam program ini, tim pengabdi UWG terdiri dari berbagai akademisi lintas disiplin, termasuk Associate Prof. Dr. Ririen Prihandarini dari Agroteknologi, dan Rizki Alfian, seorang arsitek pertanian landscape dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
Program PKM ini juga didukung oleh DRTPM (Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat) DIKTI Kemendikbudristek melalui hibah anggaran tahun 2024. Selain itu, UWG juga bekerjasama dengan LLDIKTI wilayah VII serta LPPM Universitas Widyagama Malang.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pakar eduwisata, termasuk Prof. Iwan Nugroho dari Universitas Widyagama Malang. Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan sinergi terkait edukasi pertanian ramah lingkungan.
Kegiatan lainnya termasuk desain dan pengadaan mesin untuk produksi pupuk dan pestisida organik, serta demonstrasi dan sosialisasi penggunaan produk organik ini. Hasil program akan disebarluaskan melalui publikasi ilmiah, konferensi, workshop, serta pelatihan bagi petani dan pemandu wisata.
Melalui program ini, UWG tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak masih dibutuhkan untuk keberlanjutan program ini dan inovasi-inovasi selanjutnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

