Advertisement
Indonesia Positif

Iwan Widyatmoko, Gigih Kembangkan Bonsai di Ngadiharjo Borobudur agar Kian Memasyarakat

Di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ada pecinta bonsai yang telaten mengembangkan usaha tanaman kerdil itu. ...

TIMES Indonesia,
Iwan Widyatmoko, Gigih Kembangkan Bonsai di Ngadiharjo Borobudur agar Kian Memasyarakat
Iwan Widyatmoko, mengembangkan bonsai di kebun Kebonsae Bonsai, Ngadiharjo, Borobudur, Magelang. (FOTO: Iwan for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MAGELANG Di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ada pecinta bonsai yang telaten mengembangkan usaha tanaman kerdil itu. Dia adalah Iwan Widyatmoko.

Usaha tanaman bonsai miliknya, ia bernama Kebonsae Borobudur. Dengan latar belakang sejarah dan kebudayaan Candi Borobudur, Kebonsae Borobudur hadir sebagai salah satu wirausaha lokal untuk mengembangkan seni menata tanaman menjadi karya hidup yang indah dan bernilai tinggi.

Advertisement

mengembangkan-bonsa.jpg

"Sudah lama saya cinta dengan bonsai, tanaman hias yang dikerdilkan. Saya mengembangkan usaha bonsai ini sekaligus ingin memasyarakatkan seni bonsai di Borobudur dan Magelang," katanya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (28/9/2024).

Untuk memuluskan tekadnya memasyarakatkan seni bonsai, sejak sepuluh tahun lalu dia merintis komunitas yakni Penggemar Bonsai Magelang. Berbagai pameran bonsai pernah digelar, juga sering berpartisipasi di ajang pameran bonsai baik tingkat lokal maupun nasional

mengembangkan-bonsa-2.jpg

Bonsai yang dikembangkan di Kebonsae Borobudur, Magelang yaitu yang berkayu keras, berdaun kecil atau yang bisa dikecilkan. Meliputi pohon seperti Asem Jawa (Tamarindus Indica), Serut (Streblus Asper), Beringin (Ficus Benjamina), Anting Putri (Wrightia Religiosa) dan lain sebagainya

Advertisement

Berburu bahan bonsai di alam ataupun budidaya dilakukan Iwan untuk memenuhi permintaan pasar. Tetapi sekarang sudah banyak mengurangi kegiatan berburu di alam dan beralih ke budidaya baik mencangkok, stek ataupun semai biji demi menjaga ekosistem alam yang lestari.

"Bagi para pemula bonsai, yang kami tawarkan akan sangat menarik karena bahan dan bibit bonsai dijual dengan harga ramah di kantong, kisaran Rp10 ribu hingga Rp4 juta. Dengan kisaran dana segitu, sudah bisa membawa bibit atau bonsai yang di inginkan," tambah Iwan.

Penjualan bonsai di Kebonsae Borobudur mencakup wilayah Magelang dan sekitarnya, bahkan menembus Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Promosi kami memanfaatkan media sosial dan e-commerce. Karena saat ini akses efektif salah satunya dengan media sosial," tambah Iwan, pemilik Kebonsae Bonsai Borobudur, Magelang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hermanto
PenulisHermantoSarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Tidar (lulus 1995). Bergabung di TIMES Indonesia, Agustus, 2023. Meliput, peristiwa lokal/ daerah, kuliner daerah dan evergreen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia