Duta Besar Indonesia untuk Australia 2017-2021, Kristiarto Legowo Apresiasi Kegiatan ANTZ IBC
Duta Besar Indonesia untuk Australia periode 2017-2021 Kristiarto Legowo mengapresiasi kegiatan Appreciation Night and Team Zoom (ANTZ) yang diselenggarakan Indonesia Business Council (IBC) di Penang Bistro Central Park pada Jumat 11 Oktober 2024 lalu.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Duta Besar Indonesia untuk Australia periode 2017-2021 Kristiarto Legowo mengapresiasi kegiatan Appreciation Night and Team Zoom (ANTZ) yang diselenggarakan Indonesia Business Council (IBC) di Penang Bistro Central Park pada Jumat 11 Oktober 2024 lalu.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif teman-teman Diaspora Indonesia di Australia untuk membentuk IBC ini,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Australia periode 2017-2021 Kristiarto Legowo dikutip dari keterangan persnya kepad TIMES Indonesia, Selasa (15/10/2024).
Sebagai orang yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Australia periode 2017-2021, Kristiarto Legowo mengatakan pembentukan IBC dan selanjutnya dibentuk IBC Chapter Jakarta pada tahun ini ini bertujuan terciptanya koneksi antara pelaku usaha di Indonesia dengan mitra diaspora Indonesia di Australia.
“Koneksi IBC ini untuk berkolaborasi khususnya dalam memajukan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi upaya-upaya IBC termasuk kegiatan ANTZ ini,” kata pria yang akrab disapa Kris.
Menurutnya, selain untuk memajukan perekonomian, hadirnya kegiatan ANTZ yang diselenggarakan IBC untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk Indonesia di Australia
“Selain itu, untuk dapat memasarkan dan membuka pasar produk-produk Indonesia di Australia apalagi sekarang sebagaimana kita ketahui antara Indonesia dan Australia itu sudah mempunyai kesepakatan bersama,” jelasnya.
Kris menerangkan, kesepakatan kerjasama antara Indonesia dan Australia dalam bidang ekonomi sudah membuka peluang yang begitu besar khususnya bagi Indonesia dan produk Indonesia untuk dapat masuk di pasar Australia.
“Sebagaimana kita ketahui meskipun pajak sudah 0, produk Indonesia mau masuk Australia juga sudah 0, tetapi tetap saja ada syaratnya yaitu harus dapat memenuhi syarat seperti labeling, terkait masalah bio security dan packaging,” terangnya.
“Ini teman-teman kita diaspora Indonesia, IBC Australia sudah punya pemahaman yang sangat baik dan bisa kemudian bisa ditularkan kepada teman-teman IBC Indonesia sehingga akhirnya mudah-mudahan apa yang diproduksi teman Indonesia dapat memasuki pasar di Australia secara lebih mudah,” sambungnya.
Terakhir, Kris menegaskan bahwa peluangnya sudah ada, pajaknya 0 persen, dari sisi harga membuat barang darinya bersaing. Tetapi 0 persen kalau barang kita tidak memenuhi syarat labelisasi, packaging dan bio security kan juga tidak gunanya.
“Jadi sekali lagi saya sangat mengapresiasi kerjasama mereka dan yang lebih utama lagi, mereka ini melakukan dengan tulus dengan tulus untuk memajukan ekonomi Indonesia,” tandasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


