Advertisement
Indonesia Positif

PBSI Unisma Sumbang Saran Pada Peluncuran Buku Seratus Tahun A A Navis

Siapa tak kenal karya monumental sastrawan Ali Akbar Navis alias A.A Navis, Robohnya Surau Kami, Kemarau, dan Man Robbuka? 

TIMES Indonesia,
PBSI Unisma Sumbang Saran Pada Peluncuran Buku Seratus Tahun A A Navis
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Siapa tak kenal karya monumental sastrawan Ali Akbar Navis alias A.A Navis, Robohnya Surau Kami, Kemarau, dan Man Robbuka? Karya-karyanya yang penuh kritik disampaikan dengan gaya satir menyentil dan menggugah banyak pembacanya. Satir dalam karya-karyanya dikenang hingga kini, melintasi tingkatan generasi.

Penghargaan atas dedikasi Navis di bidang kesusastraan Indonesia dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar seminar nasional dan peluncuran buku Seratus Tahun A. A. Navis: Kajian Kritis, Pemikiran, dan Visi Budaya di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kamis (28/11/2024).

Advertisement

Kegiatan ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian peringatan seratus tahun A. A. Navis. Sebelumnya rangkaian perhelatan mengenang kekaryaan Navis digelar di berbagai tempat di tanah air dan di markas UNESCO, Paris.

Kepala Badan Badan Bahasa, Prof. Dr. E, Aminuddin Aziz, M.A., P.hD. menyampaikan pelaksanaan aktivitas tersebut adalah bentuk komitmen penghargaan pada karya-karya Navis yang terentang melintasi antargenerasi dan menapaki usia seratus tahun. Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodijah menyebutkan KNIU berkontribusi mengusulkan penetapan hari lahir A.A. Navis ke UNESCO untuk diperingati pada 2024, mengingat karya-karyanya yang memberi warna kuat pada dunia kesastraan Indonesia.

diskusi-kelompok.jpg

Sementara Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum, ketua Himpunan Sarjana Kesustraan Indonesia (HISKI) mengungkapkan kebanggaannya karena kolaborasi penulisan dan peluncuran buku seratus tahun A.A. Navis didukung penuh oleh Badan Bahasa. Kerjasama ini makin mengentalkan upaya Hiski untuk memasifkan kegiatan memuliakan sastra, sastrawan, kritikus sastra, serta hilirisasi hasil kajian sastra untuk kepentingan pembelajaran sastra di sekolah dan pendidikan tinggi.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Advertisement

Buku itu berisi 44 artikel yang ditulis oleh para penulis terpilih dari Aceh hingga Papua, serta dua karya dari penulis yang mengajar di Universitas Leiden, Suryadi, dan penulis Kevin W. Foggs dari North Carolina University Amerika Serikat. Salah satu artikel dalam buku seratus tahun A.A. Navis, yang terdiri dari 44 tulisan ditulis oleh dosen PBSI FKIP Universitas Islam Malang, Ari Ambarwati berjudul Olok-olok Navis: Dari Pola Asuh Permisif hingga Sibling Rivalry.

foto-bareng.jpg

Tulisan itu mengupas tentang kecenderungan pola asuh orang tua yang permisif dalam cerpen Navis yang berjudul Anak Kebanggaan sehingga menghadirkan sosok anak yang dependen dan bagaimana rivalitas antarsaudara (kembar) diperuncing oleh perbedaan preferensi politik yang mengoyak relasi harmonis keluarga dalam cerpen Penumpang Kelas Tiga.

Situasi yang relevan dengan kondisi hari ini tentang bagaimana meritokrasi tersisih dan tergantikan oleh kleptokrasi dan plutokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan rusaknya keharmonisan keluarga akibat tajamnya perbedaan preferensi politik.

Setelah acara peluncuran buku tersebut, dilaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT/Focus Group Discussion) yang berlangsung secara tiga hari berturut-turut, dari 27-30 November 2024. DKT tersebut memumpun pandangan, ide, saran terkait penguatan program Bahasa dan Sastra yang menjadi salah satu program unggulan Kemdikdasmen ke depan.

DKT tersebut terbagi dalam tiga kelompok utama yang menghasilkan rekomendasi tentang Alih Wahana karya sastra, Teori dan Kritik Sastra, serta Pembelajaran Sastra. Ari Ambarwati yang terhimpun dalam bidang Alih Wahana karya sastra menyampaikan strategisnya pengalihwahanaan karya sastra untuk kepentingan pembelajaran sastra di sekolah, melalui produk multimodal yang menjangkau kebutuhan dan preferensi bacaan sastra para pemelajar yang kian visual. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia