Advertisement
Indonesia Positif

Risiko Pernikahan Dini Mengancam Kesehatan Remaja, Forum Anak Gilangharjo Bantul Dibekali Edukasi Pencegahan

Sebanyak 45 anak dari Forum Anak, perwakilan tiap padukuhan di Kelurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul, mengikuti Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak pada Sabtu (1/2/2025) di Aula Kalurahan Gilangharjo.

TIMES Indonesia,
Risiko Pernikahan Dini Mengancam Kesehatan Remaja, Forum Anak Gilangharjo Bantul Dibekali Edukasi Pencegahan
Kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan anak (FOTO: dok Forum Anak Gilangharjo)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANTUL Sebanyak 45 anak dari Forum Anak, perwakilan tiap padukuhan di Kelurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul, mengikuti Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak pada Sabtu (1/2/2025) di Aula Kalurahan Gilangharjo. Kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pemahaman mengenai dampak negatif pernikahan dini serta mendorong keterlibatan mereka dalam upaya pencegahan.

Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bantul, Zainul Zain, mengungkapkan bahwa angka pernikahan anak di Kabupaten Bantul masih menunjukkan tren peningkatan, meskipun di Gilangharjo tidak tercatat kasus serupa sepanjang 2024.

Advertisement

Satgas-PPA-Bantul-Zainul-Zain.jpg
Satgas PPA Bantul Zainul Zain (FOTO: dok Forum Anak Gilangharjo)

"Kami menekankan agar remaja tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga berani berperan aktif dalam mencegah pernikahan dini di lingkungan sekitar. Mereka harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan angka pernikahan anak," ujarnya.

Dari sisi medis, dr. Fasa Since Andang Puri dari Puskesmas Pandak 1 menjelaskan bahwa pernikahan di bawah usia 18 tahun berisiko tinggi bagi kesehatan, sebagaimana diperingatkan oleh WHO. Menurutnya, usia ideal untuk kehamilan adalah setelah 20 tahun, ketika organ reproduksi telah berkembang sempurna.

Fasa-Since-Andang-Puri.jpg
Pemateri Puskesmas Pandak 1, dr Fasa Since Andang Puri (FOTO: dok Forum Anak Gilangharjo)

"Jika seorang anak berhubungan seksual sebelum usia 20 tahun, risiko kesehatannya cukup tinggi. Serviks yang belum matang lebih rentan terkena kanker serviks," jelasnya.

Advertisement

Selain itu, kehamilan pada usia dini meningkatkan risiko anemia, kekurangan nutrisi, serta melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi ini dapat berujung pada stunting dan bahkan pendarahan saat persalinan.

Ia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya pernikahan dini serta mendorong mereka untuk aktif dalam pencegahannya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

E
PenulisEdy Setyawan Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia