Advertisement
Indonesia Positif

Banyuwangi Uji Coba Formula Organik Pengganti Pupuk Kimia, Optimistis Dongkrak Produksi hingga 12 Ton Per Hektar

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, terus berupaya mencari solusi untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di Bumi Blambangan.

TIMES Indonesia,
Banyuwangi Uji Coba Formula Organik Pengganti Pupuk Kimia,  Optimistis Dongkrak Produksi hingga 12 Ton Per Hektar
Foto. Pimpinan DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto SH, MH. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, terus berupaya mencari solusi untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di Bumi Blambangan.

Terbaru, politisi Fraksi Partai Demokrat ini melakukan uji coba penggunaan formula pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia. Uji coba ini pertama kali dilaksanakan di lahan pertanian seluas 6.000 m² pada Senin, (3/2/2025). 

Advertisement

Menariknya, formula pupuk organik yang digunakan diklaim mampu meningkatkan produksi panen padi hingga 12 ton per hektar.

Michael menjelaskan bahwa formula pupuk organik yang digunakan diperoleh dari salah satu rekannya yang memiliki pengalaman dalam eksperimen pertanian. 

"Kita lihat bersama-sama, nanti hasil padinya seperti apa," ungkapnya.

Uji coba tanam padi ini menggunakan metode baris 6, di mana barisan tanaman padi diberi ruang kosong untuk ditanami lagi dan seterusnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini berharap uji coba yang dilakukan dapat memberikan hasil yang menggembirakan. Pasalnya, jika formula organik ini terbukti efektif, metode tersebut dapat diterapkan dan diajarkan kepada petani lain di Bumi Blambangan.

Advertisement

"Jika hasilnya memuaskan, ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah petani, baik dari sisi ketersediaan pupuk maupun peningkatan produktivitas pertanian," jelasnya.

Lebih jauh, Michael menyampaikan optimisme bahwa penggunaan pupuk organik ini dapat memberikan dampak besar bagi kesejahteraan petani. Dengan modal yang relatif rendah, sekitar 4 juta rupiah per hektar, namun dengan potensi hasil mencapai 12 ton per hektar. Pihaknya yakin para petani akan merasakan manfaatnya. 

"Kalau nanti berhasil dan para petani ingin mencoba, silahkan datang ke kantor DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Kami siap berbagi informasi dan membantu mereka," imbuhnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia