Advertisement
Indonesia Positif

Junjung Toleransi, Seminari Menengah Cadas Hikmat Bandung Gelar Pelatihan Public Speaking

x

TIMES Indonesia,
Junjung Toleransi, Seminari Menengah Cadas Hikmat Bandung Gelar Pelatihan Public Speaking
Seminari Menengah Cadas Hikmat Bandung menggelar pelatihan public speaking. (FOTO: Afiq for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANDUNG Seminari Menengah Cadas Hikmat Bandung merupakan lembaga pendidikan yang berkonsentrasi pada pembekalan spiritual yang akan melahirkan generasi muda bertakwa serta memiliki intelektualitas tinggi berbasis Katholik.

Dalam hal ini Rektor Seminari Menengah Cadas Hikmat Bandung, RP. Petrus Suparman, OSC., mengatakan bahwa lembaga pendidikan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan.

Advertisement

"Namun tentunya harus terus berinovasi dalam menumbuhkembangkan kompetensi siswa di berbagai sisi, salah satunya adalah pembekalan kompetensi public speaking," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (7/2/2025).

Menurut Romo Maman, sapaan akrabnya, sejatinya para calon imam harus membekali dirinya dengan kemampuan berbicara dan mengedukasi nilai-nilai moral kepada jemaat.

"Artinya haruslah diikuti dengan metode pemaparan yang santun, bersahaja, sarat pesan moral berkualitas serta mengusung unsur seni yang akan membawa jemaat pada kenikmatan beribadah serta menjaga kerukunan beragama," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Romo Maman mengundang Ahmad Taufiq Lubis atau biasa disapa Kang Afiq sebagai Direktur Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) Bandung, seorang trainer sekaligus motivator bagi siswa didik.

"Mereka dilatih agar memiliki kemampuan dan keahlian berbicara di depan umum secara professional sesuai tagline IPSA yakni berbicara dengan terstruktur, terukur dan teratur," ucapnya.

Advertisement

Dalam penuturannya Kang Afiq berharap setelah kegiatan tersebut, para siswa akan memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni dan selalu meninggalkan kesan positif bagi jemaat khususnya serta masyarakat luas pada umumnya. 

"Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan tersebut memberikan kesan nyata bahwa toleransi menyajikan pemandangan indah dari sebuah keberagaman," tandasnya menutup penyampaian dengan nada penuh semangat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum IAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia