Advertisement
Indonesia Positif

Anggota Komisi VI DPR-RI Rizal Bawazier Sampaikan Keluhan Nelayan Pemalang ke Mendag

Bertempat di ruang rapat Komisi VI DPR-RI, Gedung Nusantara 1 Senayan, Jakarta Selatan, digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara komisi VI DPRI RI dengan Dirut Utama Perum Bulog.

TIMES Indonesia,
Anggota Komisi VI DPR-RI Rizal Bawazier Sampaikan Keluhan Nelayan Pemalang ke Mendag
Suasana pelabuhan Tanjungsari Pemalang dan Anggota DPR -RI Rizal Bawazier. (Foto: Ragil/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PEMALANG Bertempat di ruang rapat Komisi VI DPR-RI, Gedung Nusantara 1 Senayan, Jakarta Selatan, digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPRI RI dengan Dirut Utama Perum Bulog. 

Komisi yang membidangi Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan persaingan usaha serta BUMN ini, mengangkat soal harga komoditas dan kesiapan Kementerian Perdagangan RI dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran Idul Fitri 2025.

Advertisement

pelabuhan-3.jpg

Dalam RDP itu, Anggota Komisi VI DPR-RI, Rizal Bawazier juga menyampaikan keluhan nelayan di Dapilnya yaitu Jawa Tengah X (Kab/Kota Pekalongan, Batang dan Pemalang), mengenai perijinan Nelayan Kepada Kementerian Perdagangan.

Menurut Rizal Bawazier, di lapangan terutama terjadi di Dapilnya, pihaknya banyak menerima keluhan dari para Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) terkait mahalnya membuat perijinan di Kemendag.

Pihaknya mendapat pengakuan yang mengejutkan dari nelayan tentang uang pungli yang cukup besar jumlahnya. "Bahkan nelayan menceritakan ke saya sampai ada uang siluman 40 juta rupiah untuk perijinan ini,” ungkap ujar Rizal Bawazier, melalui sambungan telepon pada Senin (3/3/2025 ).

DPR.jpg

Rizal tidak ingin hal ini terjadi lagi ke depan di wilayah Dapilnya. "Kita tidak mau lagi ada seperti ini, saya harap Pak Menteri pecat sajalah para oknum oknum tersebut," tutup Rizal Bawazier pada rapat tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ragil Surono
PenulisRagil SuronoBergabung dengan TIMES INDONESIA dari bulan Mei 2024 , meliput berbagai topik, hukum,sejarah, kuliner, Sosial Masyarakat dan adat budaya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia