Advertisement
Indonesia Positif

Paguyuban Kepala Desa Kabupaten di Mojokerto Resmi Dikukuhkan

Sebanyak 110 Pengurus Paguyuban Kepala Desa (PKD) se-Kabupaten Mojokerto resmi dikukuhkan.

TIMES Indonesia,
Paguyuban Kepala Desa Kabupaten di Mojokerto Resmi Dikukuhkan
Pelantikan PKD di Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Mojokerto Sebanyak 110 Pengurus Paguyuban Kepala Desa (PKD) se-Kabupaten Mojokerto resmi dikukuhkan. Acara pengukuhan berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) tersebut, ditandai dengan pengucapan sumpah, penyematan pin, serta penyerahan bendera sebagai simbolis oleh Bupati Mojokerto kepada Ketua PKD Kabupaten Mojokerto terpilih, Miftahuddin.

Bupati Mojokerto, M. Al Barra yang biasa disapa Gus Barra mengatakan agar PKD bisa menjadi jembatan dalam mensukseskan dan melancarkan berbagai program pemerintah yang sudah dicanangkan.

Advertisement

"Kami berharap pengukuhan PKD ini benar-benar bisa menjadi jembatan bagi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Desa dan kepada masyarakat desa agar program-program Pemerintah Kabupaten Mojokerto bisa terlaksana dengan lancar dan baik," harap Gus Barra, dalam keterangannya, Selasa (11/3/2025).

Sebab, sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang desa yang telah diberikan kewenangan untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal-usul dan aspirasi masyarakat setempat.

Kewenangan tersebut meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat.

Sehingga, Gus Barra menekankan kepala desa sebagai pemimpin Pemerintah Desa mempunyai peran strategis dalam menyelenggarakan dan pembangunan desa dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup manusia, penanggulangan kemiskinan, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

"Kami menginginkan agar semua kepala desa di Kabupaten Mojokerto bersatu untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Kita ingin semuanya bersatu dan kompak sehingga program-program kerja kita bisa didukung oleh kepala desa yang ada di seluruh Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.

Advertisement

Gus Barra juga mengimbau kepada seluruh kepala desa untuk bisa kompak dan komitmen untuk mengutamakan pelayanan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto.

"Saya ulangi sekali lagi, kita semua berada disini adalah untuk melayani kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Adapun beberapa program kerja unggulan Gus Barra dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, salah satunya pengaktifan kembali kepesertaan BPJS yang rencananya akan diluncurkan pada bulan April. Kemudian program bedah rumah untuk memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni di seluruh desa di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Mojokerto, Miftahuddin mengatakan PKD akan kompak mendukung mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang adil, makmur, dan makmur.

"PKD satu komando bersama sampai akhir, berdiri PKD ini berawal dari visi misi bupati dan wakilnya untuk membangun Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, jajaran Forkopimda, sekretaris Daerah kabupaten Mojokerto, serta Forkopimca se-Kabupaten Mojokerto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Thaoqid Nur Hidayat
PenulisThaoqid Nur HidayatSarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Jombang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik meliputi lifestyle, pariwisata, hukum, lingkungan, dan isu ketidaksetaraan dalam ekonomi, sosial, dan politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia