Advertisement
Indonesia Positif

Kuliah Paradigma, Waka I PC PMII Kota Malang: Kader Malang Mempertanyakan Paradigma?

Hari terakhir Kuliah Paradigma yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Malang, berakhir dengan perdebatan kritis menempatkan peran dan fungsi Paradigma PMII kedepan.

TIMES Indonesia,
Kuliah Paradigma, Waka I PC PMII Kota Malang: Kader Malang Mempertanyakan Paradigma?
Akhmad Qoyyumuddin, Waka I PC PMII Kota Malang.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Hari terakhir Kuliah Paradigma yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Malang, berakhir dengan perdebatan kritis menempatkan peran dan fungsi Paradigma PMII kedepan.

Mengakhiri Kuliah Paradigma yang kedelapan hari, turut hadir sebagai pemateri Moh. Sa'i Yusuf, Mantan Ketua PC PMII Kota Malang, yang mampu menghidupkan ruang diskusi ratusan kader PMII se-Kota Malang.

Advertisement

Selain itu, hari terkahir Kuliah Paradigma juga dibuka ruang orasi ilmiah dan Kick Off penulisan buku, untuk menindaklanjuti hasil pemahaman kader selama mengikuti kegiatan.

Wakil Ketua I PC PMII Kota Malang, Akhmad Qoyyumuddin mengungkapkan bahwa selama kader masih mempertanyakan paradigma organisasi, ia meyakini masa depan PMII kedepan akan mampu menjawab tantangan di era disrupsi.

Tak hanya itu, implementasi dan relevansi paradigma PMII, menurutnya harus terus di upayakan untuk sesuai dengan perkembangan zaman.

PMII-Kota-Malang.jpg

"Paradigma dalam PMII bukan sekadar konsep teoretis, tetapi harus memiliki dampak yang nyata dan kongkrit dalam menjembatani pemikiran kritis kader," ujarnya, Kamis (13/03/2025) saat menyampaikan sambutan penutupnya.

Advertisement

Lebih lanjut, sebagai organisasi yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, PMII perlu memiliki paradigma yang jelas dan aplikatif.

"Jika pengurus PB PMII belum bisa menegaskan kembali Paradigma, PMII kota Malang siap untuk mengawalinya," tegasnya.

Qoyyum juga mengajak seluruh kader PMII untuk tidak hanya menerima paradigma yang ada begitu saja, tetapi untuk terus mengkritisi dan mengembangkan paradigma tersebut agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai dasar PMII, serta bagaimana mengimplementasikannya dalam berbagai aspek kehidupan mahasiswa dan masyarakat.

Kuliah Paradigma ini menjadi ajang diskusi yang hangat dan penuh antusiasme, dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari kader PMII Kota Malang.

Acara ini diharapkan dapat mendorong para kader untuk lebih kritis dalam melihat dinamika organisasi serta memperkuat peran PMII dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Di akhir Kuliah Paradigma, Qoyyum mengingatkan pentingnya kolaborasi antara kader dengan sesama aktivis mahasiswa, serta antara organisasi PMII dengan elemen masyarakat lainnya, untuk menciptakan perubahan yang konstruktif dan sesuai dengan tujuan awal berdirinya PMII.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hainor Rohman
PenulisHainor RohmanMagister Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Sebagai Editor Kopi TIMES dan meliput berbagai topik, termasuk Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kesehatan, Kebudayaan, dan Isu Nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia