Advertisement
Indonesia Positif

PDM Kabupaten Malang-Embong Apik, Ajak Pemuda Bertato dan Pengamen Ngaji di Masjid

uluhan anak muda yang biasa beraktivitas di jalan tampak singgah di Masjid Teduh Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (14/3/2025) sore. Tidak seperti jamaah masjid pada umumnya, mereka datang dengan pakaian seadanya, sebagian bertato, dan bebe

TIMES Indonesia,
PDM Kabupaten Malang-Embong Apik, Ajak Pemuda Bertato dan Pengamen Ngaji di Masjid
Foto bersama pengamen dan anak jalanan usai ngaji bersama yang diinisiasi Embong Apik Malang dan PDM Kabupaten Malang, di Masjid Teduh, Kepanjen, Jumat (14/3/2025) petang. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Puluhan anak muda yang biasa beraktivitas di jalan tampak singgah di Masjid Teduh Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (14/3/2025) sore. Tidak seperti jamaah masjid pada umumnya, mereka datang dengan pakaian seadanya, sebagian bertato, dan beberapa membawa alat musik gitar kecil yang selalu menemani aktivitas mereka.

Namun, tak ada raut canggung di wajah mereka. Sebaliknya, mereka terlihat nyaman, menikmati suasana silaturahmi di dalam rumah Allah SWT.

Advertisement

Mendekatkan Diri Tanpa Rasa Canggung

Para pemuda yang hadir merupakan anak punk dan pengamen yang biasa berkegiatan di kawasan Pasar Kepanjen serta pertokoan sekitarnya. Kehadiran mereka di masjid bukan sekadar persinggahan, tetapi bagian dari kegiatan mengaji bareng yang diinisiasi oleh Yayasan Embong Apik Malang.

Yayasan-2.jpg

"Hari ini mereka berkumpul, bisa bersilaturahmi. Mereka senang karena merasa tetap dihargai dan diorangkan sebagai sesama muslim. Mereka bersyukur masih ada yang peduli," ujar Ustadz Ajang Kusmana, yang menjadi pengisi dakwah dalam kegiatan tersebut.

Selain pesan-pesan kebaikan dari Ustadz Ajang, motivasi hidup positif juga disampaikan oleh Prof. Wahyudi Siswanto, seorang motivator dan konsultan pendidikan yang juga penasihat Embong Apik.

"Setidaknya mereka masih mempertahankan syahadatnya. Selanjutnya, memang butuh proses. Mereka masih harus berjuang hidup, dan itu bukan hal yang salah," tambah Ustadz Ajang, yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang.

Advertisement

Menanamkan Kebaikan, Bukan Sekadar Mengajak Ibadah

Kegiatan ini juga didukung oleh Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, yang diketuai oleh H. Ajang Kusmana. Setelah sesi mengaji bersama, para peserta mendapatkan bingkisan sembako dan sarung, yang diberikan oleh Lazismu PDM Kabupaten Malang.

Yayasan-3.jpg

Ketua Yayasan Embong Apik, Grienny Nuradi A., mengungkapkan bahwa program ini telah berlangsung selama empat tahun sebagai bagian dari misi merangkul dan menanamkan nilai-nilai kebaikan bagi kelompok marginal, tanpa memandang status sosial.

"Sehari-hari mereka di jalan, bukan berarti melupakan identitasnya sebagai hamba Allah SWT. Kami ingin tetap menanamkan nilai-nilai baik kepada mereka," ujar Grienny.

Tak hanya mengajak mereka untuk kembali ke masjid, Embong Apik juga membuka peluang penghidupan lebih baik bagi mereka. Beberapa kali, anak punk dan pengamen ini difasilitasi dengan berbagai pelatihan keterampilan agar mereka bisa mandiri dan mendapatkan penghidupan yang lebih layak.

Lewat kegiatan ini, semangat dakwah dan kepedulian sosial berpadu dalam aksi nyata. Dengan pendekatan yang tanpa menghakimi, para pemuda jalanan ini diberikan ruang untuk tetap merasakan kehangatan silaturahmi, sekaligus peluang untuk masa depan yang lebih baik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia