Advertisement
Indonesia Positif

Konservasi adalah Ibadah, Sebuah Kampanye Menjaga Lingkungan dari Hutan Wakaf Mojokerto

Hutan Wakaf Yayasan Pendidikan Ma'arif (YPM) Mojokerto menggelar kampanye lingkungan yang dibalut dengan bulan ramadan 2025.

TIMES Indonesia,
Konservasi adalah Ibadah, Sebuah Kampanye Menjaga Lingkungan dari Hutan Wakaf Mojokerto
Kajian konservasi sebagai bentuk ibadah di Hutan Wakaf YPM, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. (Dok. Hutan Wakaf YPM for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MOJOKERTO Hutan Wakaf Yayasan Pendidikan Ma'arif (YPM) Mojokerto menggelar kampanye lingkungan yang dibalut dengan bulan ramadan 2025. Konservasi sebagai bentuk menjadi tema besar dalam kegiatan kali ini.

Adapun bentuk kegiatannya adalah perpaduan antara pondok ramadan dan camping di Hutan Wakaf YPM, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. 

Advertisement

Kampanye ini dilakukan pada Sabtu - Minggu, 15 - 16 Maret 2025. Secara umum kegiatan ini diisi dengan santunan anak yatim piatu, salat tarawih, kajian bersama tentang konservasi lingkungan sebagai bentuk ibadah, dan kegiatan ramadan lainnya. Peserta yang terlibat dalam hal ini total sejumlah 53 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.

Ketua Hutan Wakaf YPM, Agus Sugiarto mengatakan bahwa elaborasi antara konservasi dan ibadah memiliki peranan penting. Pemuda memiliki peran strategis dalam upaya konservasi lingkungan. Para pemuda harus mengetahui bahwa menjaga lingkungan adalah salah satu bentuk peribadatan kepada Sang Maha Kuasa. 

“Konservasi merupakan wujud syukur atas nikmat alam yang telah diberikan. Melalui konservasi, kita turut menjaga keberlangsungan hidup seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Dengan demikian, setiap tindakan konservasi dapat bernilai ibadah,” ungkap Kang Sugi, sapaannya kepada TIMES Indonesia, Senin (17/3/2025).

Kang Sugi menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mempererat tali silaturahmi di bulan ramadan dengan anak yatim dan dhuafa.

“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan. Kedua, adalah menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam praktik konservasi. Ketiga, memberikan pengalaman spiritual dan edukatif bagi peserta,” ungkapnya. 

Advertisement

Kang Sugi berpesan dalam kegiatan ini bahwa konservasi lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab setiap individu.

“Menjaga alam adalah menjaga kehidupan. Kegiatan keagamaan dan konservasi dapat berjalan beriringan,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Thaoqid Nur Hidayat
PenulisThaoqid Nur HidayatSarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Jombang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik meliputi lifestyle, pariwisata, hukum, lingkungan, dan isu ketidaksetaraan dalam ekonomi, sosial, dan politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia