Advertisement
Indonesia Positif

Papesa Kota Probolinggo Berbagi Tas Cantik, Warga Antusias Tukar Sampah Plastik

Perkumpulan Peduli Sampah (Papesa) Kota Probolinggo memiliki cara unik untuk berbagi di bulan Ramadan 1446 H. Dengan membawa lima botol bekas air mineral, warga bisa menukarkannya dengan tas cantik.

TIMES Indonesia,
Papesa Kota Probolinggo Berbagi Tas Cantik, Warga Antusias Tukar Sampah Plastik
Salah satu warga yang menukarkan botol plastik di stand Papesa. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PROBOLINGGO Perkumpulan Peduli Sampah (Papesa) Kota Probolinggo memiliki cara unik untuk berbagi di bulan Ramadan 1446 H. Dengan membawa lima botol bekas air mineral, warga bisa menukarkannya dengan tas cantik.

Program ini sukses menarik perhatian masyarakat. Banyak warga yang antusias datang ke stan Papesa untuk menukarkan sampah plastik mereka. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Ramadan, yang berlokasi di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (19/3/2025).

Advertisement

Edukasi Sampah Lewat Aksi Berbagi

Salah satu warga, Fitri, mengaku sengaja datang untuk menukar botol plastik dengan tas.

“Kegiatan ini cukup bagus dan menarik perhatian. Begitu tahu ada program ini, saya langsung datang untuk menukarkan sampah dengan tas,” ujar Fitri, warga Kelurahan Tisnonegaran.

Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi pemantik bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah, terutama sampah plastik.

“Harapannya, kita jadi terbiasa mengambil sampah di sekitar kita, lalu mengumpulkannya untuk bisa ditukar dengan barang atau bahkan uang,” jelasnya.

Advertisement

Dinas Lingkungan Hidup Dukung Penuh

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Retno Wandansari. Ia menilai, langkah Papesa sangat positif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sebelum dibuang.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Apalagi Papesa juga melibatkan Penarik Gerobak Sampah (PGS) agar mereka bisa belajar memilah sampah dan menyebarkan edukasi ini kepada warga lainnya,” kata Retno.

Tas-Belanja.jpg
Tas belanja cantik dari Papesa untuk warga Kota Probolinggo. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah harus ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, sampah yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya berupa residu, sedangkan sampah plastik bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.

“Harapan saya, sampah warga sudah dipilah sejak awal, sehingga yang dibuang ke TPA hanya residu. Ini penting agar TPA kita tidak overcapacity atau overload,” tambahnya.

Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Papesa Kota Probolinggo sendiri dikenal aktif dalam mengurangi sampah plastik dengan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomis. Salah satu hasil kreatif mereka adalah hiasan dinding dan tas cantik dari bungkus deterjen.

Dengan program seperti ini, Papesa tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga mendorong masyarakat Kota Probolinggo untuk lebih peduli terhadap lingkungan sambil mendapatkan manfaat ekonomi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia