Advertisement
Indonesia Positif

Tani Merdeka Indonesia Kawal Kesejahteraan Petani, Pastikan Harga Pascapanen Sesuai Standar

Kesejahteraan petani menjadi perhatian utama Tani Merdeka Indonesia, terutama dalam memastikan harga komoditas pascapanen tidak merugikan petani. Melalui berbagai program, organisasi ini berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pupuk sub

TIMES Indonesia,
Tani Merdeka Indonesia Kawal Kesejahteraan Petani, Pastikan Harga Pascapanen Sesuai Standar
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Malang Raya Alayk Mubarrok. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kesejahteraan petani menjadi perhatian utama Tani Merdeka Indonesia, terutama dalam memastikan harga komoditas pascapanen tidak merugikan petani. Melalui berbagai program, organisasi ini berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di Malang Raya dan wilayah lainnya.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Malang Raya, Alayk Mubarrok, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk mengawal target serapan gabah kering panen secara nasional.

Advertisement

"Pada Rapat Kerja Wilayah DPW Tani Merdeka Indonesia pekan lalu, kami membangun komitmen melalui MoU dengan Bulog untuk menyerap sekitar 3 juta ton gabah kering panen dalam setahun," ujar Alayk, Jumat (21/3/2025).

Malang Raya menjadi salah satu wilayah dengan target serapan gabah terbesar. Selain itu, Bulog juga menargetkan penyerapan 1 juta ton jagung tahun ini. Tani Merdeka Indonesia berperan dalam memastikan pencapaian target ini sesuai dengan instruksi Presiden.

Jaminan Harga Pascapanen untuk Petani

Selain serapan hasil panen, Tani Merdeka Indonesia juga mengawal penerapan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar petani mendapatkan harga yang layak. Harga minimal yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen dan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung.

"Kami pastikan petani mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah. Jika ada swasta yang membeli di bawah harga tersebut, Bulog wajib menyerap hasil panen petani," tegas Alayk.

Advertisement

Ia juga mengungkapkan bahwa masih ditemukan pelanggaran di beberapa daerah, seperti di Kalipare, di mana jagung dibeli dengan harga Rp 4.600 per kilogram dan gabah kering panen hanya Rp 6.000 per kilogram.

"Tani Merdeka akan terus turun ke lapangan untuk memastikan harga yang diterapkan sesuai aturan," tambahnya.

Ketersediaan Pupuk Subsidi Aman

Selain harga hasil panen, ketersediaan pupuk subsidi juga menjadi perhatian Tani Merdeka Indonesia. Berdasarkan konsultasi dengan Kementerian Pertanian, pupuk subsidi di Jawa Timur saat ini sudah dalam kondisi surplus.

"Seharusnya tidak ada lagi kelangkaan pupuk, terutama di Kabupaten Malang, karena jumlah pupuk yang disediakan pemerintah sudah melebihi kebutuhan," jelas Alayk.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan tidak ada oknum yang bermain.

"Kami akan terus mengawal ini agar tidak ada kasus petani kehabisan pupuk subsidi, karena stok seharusnya selalu tersedia," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia