Advertisement
Indonesia Positif

Gerakan Nasional Ayo Mondok dan BKKBN Jatim Kolaborasi Cegah Pernikahan Dini

Gerakan Nasional Ayo Mondok menjalin kolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur (BKKBN Jatim) untuk meningkatkan kualitas kependudukan dan pembangunan keluarga di pondok pesantren (ponpes), Sabtu (12/4/2025).

TIMES Indonesia,
Gerakan Nasional Ayo Mondok dan BKKBN Jatim Kolaborasi Cegah Pernikahan Dini
Ketua Harian Gerakan Nasional Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) saat pertemuan dengan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati.(Dok.Pribadi)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Gerakan Nasional Ayo Mondok menjalin kolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur (BKKBN Jatim) untuk meningkatkan kualitas kependudukan dan pembangunan keluarga di pondok pesantren (ponpes), Sabtu (12/4/2025).

Ketua Harian Gerakan Nasional Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta yang akrab disapa Gus Hans, menyebut, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati, untuk membahas kerja sama tersebut. 

Advertisement

"Kerja sama ini sebagai bentuk dukungan Gerakan Nasional Ayo Mondok terhadap berbagai polemik yang berkaitan dengan kependudukan dan keluarga, seperti bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, bagaimana menekan angka stunting, hingga polemik pernikahan dini," ujar Gus Hans usai pertemuan dengan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Jatim di Kota Surabaya.

Selain dengan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Universitas Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang dan PW GP Ansor Jatim juga ikut bersinergi dalam program ini.

Gus Hans mengungkap, rencana kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU). Rencananya, Menko PMK Pratikno akan menghadiri MoU itu.

"Insya Allah dari pertemuan ini akan ada MoU antara Kemendukbangga Jawa Timur yang digelar pada tanggal 13 April 2025 pukul 10.00 di Jatim Expo, Surabaya," ungkapnya.

"Kami mengharapkan kehadiran Bapak Menko PMK Pratikno dalam kegiatan tersebut," lanjutnya.

Advertisement

Dikatakan Gus Hans, kegiatan ini rencananya akan meresmikan salah satu program kerja sama, yakni Pojok Bangga. Program tersebut sebagai saran sosialisasi dan edukasi di lembaga pendidikan seperti di sekolah maupun pesantren.

Hal ini, sebagai upaya menekan masalah yang berkaitan dengan kependudukan dan keluarga. Salah satunya yakni pernikahan dini.

"InsyaAllah akan berjalan di seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur, terutama di daerah yang selama ini masih tinggi tingkat pernikahan dininya," ungkapnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia