Advertisement
Indonesia Positif

Berbagi dengan Lansia: Komunitas Tionghoa di Bondowoso Kampanyekan Kemanusiaan

Tampak lansia yang tak lagi bersama keluarga menyambut penuh gembira Komunitas Tionghoa, yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bondowoso.

TIMES Indonesia,
Berbagi dengan Lansia: Komunitas Tionghoa di Bondowoso Kampanyekan Kemanusiaan
Komunitas Tionghoa, yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bondowoso saat berbagi dengan lansia (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Tampak lansia yang tak lagi bersama keluarga menyambut penuh gembira Komunitas Tionghoa, yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bondowoso. 

Komunitas Tionghoa tersebut tengah berbagi dengan 100 orang lanjut usia (Lansia), di panti jompo Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, di Bondowoso, Rabu (16/4/2025). 

Advertisement

Berbagi dengan lansia ini menjadi kegiatan rutin sepekan sekali, atau setiap hari Rabu. Adapun paket bantuan yang diberikan diantaranya makanan, makanan ringan, balsem, minyak kayu putih hingga pampers. 

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komunitas Hamba Allah yang juga terdiri dari umat kristiani dan masyarakat umum. 

Koordinator Komunitas Hamba Allah, Ineke Wijaya menjelaskan, kegiatan sepekan sekali ini berlangsung selama 10 tahun. “Tiap minggu kami datang dengan menu makanan dan camilan yang berbeda-beda,” kata dia. 

Menurutnya, menu yang disediakan menyesuaikan dengan kesehatan para Lansia. Seperti makanan yang tidak pedas, tidak boleh terlalu banyak susu, tidak keras dan lain-lain. 

Komunitas Hamba Allah dan PATMI melakukan penggalangan dana secara swadaya pada anggota. “Tak ada kewajiban jumlah sumbangan. Melainkan diberikan secara sukarela,” jelas dia. 

Advertisement

Jika komunitas ini tidak datang untuk memberikan bantuan setiap Rabu, para lansia biasanya menanyakan. “Karena sudah terbiasa,” imbuh dia. 

Menurutnya, aktivitas sosial rutinan ini dilakukan tak hanya ingin hadir di tengah-tengah Lansia. Tapi juga untuk mengkampanyekan kepedulian dan kerukunan dalam melakukan kegiatan positif. 

"Mereka butuh perhatian dan cinta kita. Semenjak kita masuk, banyak orang-orang tanya, dan juga tergugah berbagi kesini," jelas dia. 

Sementara Ketua PSMTI Bondowoso, Immanuel berharap bakti sosial ini bisa menggugah da memotivasi warga yang lainnya untuk berbagi pada para Lansia. 

Selain itu, ada misi kampanye positif tentang toleransi bahwa dalam hal kemanusiaan tak melihat latar belakar agama, suku, atau pun golongan. 

"Agar tergerak secara pribadi atau pun untuk sama-sama membantu," jelas dia.. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan UPT PSTW Bondowoso, Didik Maryanto, mengatakan ada puluhan Lansia dari berbagai wilayah yang tinggal di UPTnya. Mereka adalah orang tua yang dititipkan oleh keluarga dari Bondowoso, Kabupaten/Kota Probolinggo, Lumajang, Malang, dan lainnya.

"Kita seharusnya menangani 100, kapan hari ada yang meninggal," ujarnya. 

Dia mengapresiasi dan terima kasihnya atas kepedulian dari para donatur.

"Terima kasih dan apresiasi atas peran aktif dan konsistennya berbagi dengan Lansia," ucap dia.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia