Advertisement
Indonesia Positif

KB dan TK Laboratorium UM Gelar Fashion Show Pakaian Adat di Matos

Siswa KB dan TK Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) memeriahkan peringatan HUT Kota Malang, Hari Kartini dan Hari Bumi di Malang Town Square pada Jumat, 25 April 2025

TIMES Indonesia,
KB dan TK Laboratorium UM Gelar Fashion Show Pakaian Adat di Matos
Seorang siswi KB dan TK Laboratorium UM tampil dengan kebaya merah di panggung School Celebration di Malang Town Square. (FOTO: Zakiyya Salmaa Azzahra/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Siswa KB dan TK Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) memeriahkan peringatan HUT Kota Malang, Hari Kartini dan Hari Bumi di Malang Town Square pada Jumat, 25 April 2025 dengan mengikuti acara fesyen pakaian adat bertajuk School Celebration.

Sebanyak 105 murid tampil menggemaskan dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Advertisement

"Setiap bulan kami selalu mengadakan kegiatan untuk murid-murid, dan bulan ini bertepatan dengan Hari Kartini, HUT Kota Malang, serta Hari Bumi," ujar Lilik Zulfidah, S.Pd., Ketua Pelaksana School Celebration.

acara-School-Celebration-di-Malang-Town-Square.jpg
Antusiasme wali murid dan pengunjung menghadiri acara School Celebration di Malang Town Square (FOTO: Zakiyya Salmaa Azzahra/TIMES Indonesia).

Ia menjelaskan, persiapan acara ini telah dilakukan selama satu bulan. Para pengajar mencoba menggabungkan semangat peringatan tiga momen tersebut dalam satu acara.

Setelah melalui musyawarah, diputuskan untuk mengadakan pertunjukan fesyen pakaian adat, dengan tambahan aksesoris yang terbuat dari bahan daur ulang sebagai bagian dari kampanye cinta lingkungan.

"Kami juga mengimbau wali murid agar tidak harus membeli atau menyewa kostum baru. Tujuannya, selain mengurangi beban, juga mendorong interaksi antara anak dan orang tua dalam merancang kostum adat bersama," tambah Lilik.

Advertisement

Imbauan tersebut disambut baik para wali murid. Terlihat dari berbagai kostum yang dihiasi aksesoris buatan tangan berbahan daur ulang, seperti mahkota, topi, tongkat, hingga pernak-pernik khas pakaian tradisional Indonesia.

Agar lebih menarik, pertunjukan fesyen ini dikemas dalam bentuk kompetisi. Sebanyak 15 siswa dipilih untuk menerima penghargaan berdasarkan tiga kategori, yaitu: tiga terbaik untuk kelompok Play Group (PG), enam terbaik untuk TK A, dan enam terbaik untuk TK B.

Aspek penilaian meliputi kepercayaan diri, keluwesan gaya, kreativitas aksesoris daur ulang, serta kesesuaian kostum dengan tema acara.

Lilik menambahkan, sebelum acara berlangsung, para guru rutin melatih murid-murid agar siap tampil percaya diri di atas panggung, sembari mengingatkan orang tua untuk mendampingi anak-anak berlatih di rumah.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi anak-anak untuk lebih berani tampil dan mengekspresikan kreativitas mereka," kata Lilik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisM. Arif Rahman Hakim (Magang MBKM) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia