Advertisement
Indonesia Positif

DPRD Kabupaten Bondowoso Minta Bulog Perbanyak Mitra dan Manfaatkan Aset Pemkab

Serapan gabah kering petani oleh Bulog Bondowoso masih belum memenuhi target. Hal itu disebabkan karena keterbatasan lantai jemur dan dryer.

TIMES Indonesia,
DPRD Kabupaten Bondowoso Minta Bulog Perbanyak Mitra dan Manfaatkan Aset Pemkab
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso H Tohari saat dikonfirmasi (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Serapan gabah kering petani oleh Bulog Bondowoso masih belum memenuhi target. Hal itu disebabkan karena keterbatasan lantai jemur dan dryer. 

Sejumlah petani pun mengeluhkan sulit menjual gabah kering ke Bulog Bondowoso. 

Advertisement

Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari menjelaskan, memang saat ini ada keterbatasan mesin pengeringan dan lantai jemur.

Oleh karena itu, politisi PKB tersebut mendorong Bulog Bondowoso untuk menambah mitra penggilingan. 

Menurutnya, saat ini mitra penggilingan Bulog baru ada 11. Di satu sisi, target penyerapan yang belum terpenuhi masih tinggi.

Dia juga memaparkan, dengan keputusan Presiden RI yang mewajibkan Bulog menyerap gabah kering sawah seharga Rp 6.500 tanpa membedakan kondisinya membuat petani bahagia. 

Namun kendalanya Bulog tak memiliki selep sendiri, tak punya dryer sendiri, tak punya lantai jemur sendiri. “Artinya masih tergantung pada mitra," imbuh dia. 

Advertisement

Dia menyarankan agar Bulog meningkatkan jumlah mitra. Kabarnya kini sudah ada satu mitra baru di daerah Jambesari, dan satu di daerah Mengok. 

“Jika mitra bertambah, maka akan semakin dekat petani untuk menjual pada Bulog melalui mitra,” jelas dia. 

Di satu sisi, mitra yang diajak kerja sama harus memenuhi persyaratan. Seperti, punya lantai jemur dan mesin giling sesuai standar Bulog.

Dia juga mendorong Bulog memanfaatkan aset Pemkab yang sedang tidak digunakan. Diantaranya resi Gudang Besuk Kecamatan Tapen, dan resi Gudang Kecamatan Sumber Wringin. 

Asisten Pemkab Bondowoso, Abdurrahman, mengatakan, kondisi resi gudang di Kecamatan Sumber Wringin dalam kondisi yang kurang baik. Sementara di resi gudang Besuk yang masih layak digunakan. 

"Sepanjang resi gudang tidak disewakan pada orang lain. Eksekusinya tak akan lama. Saya kira legislatif memberikan masukan pada eksekutif," kata dia.(*)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia