Advertisement
Indonesia Positif

Ribuan Seniman Ramaikan Parade Jaranan Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1088

Ribuan seniman jaranan dari seluruh penjuru Nganjuk memadati pusat kota untuk meramaikan Parade Jaranan, yang merupakan acara puncak peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1088 yang digelar pada Minggu (4/5/2025).

TIMES Indonesia,
Ribuan Seniman Ramaikan Parade Jaranan Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1088
Pertunjukan Jaranan dalam Acara Parade Jaranan Nganjuk, yang merupakan rangkaian acara HUT ke-1088 Nganjuk, Minggu (4/5/2025). (Foto: Setya Tri We Nardhy/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Nganjuk Ribuan seniman jaranan dari seluruh penjuru Nganjuk memadati pusat kota untuk meramaikan Parade Jaranan, yang merupakan acara puncak peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1088 yang digelar pada Minggu (4/5/2025).

Acara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Porabudpar ini menjadi upaya pelestarian budaya lokal sekaligus hiburan rakyat yang dinanti-nanti.

Advertisement

Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi, didampingi Ketua TP PKK S. Wahyuni Marhaen, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forkopimda, turut hadir dan menyemarakkan kegiatan yang berlangsung meriah tersebut.

Sebanyak 78 komunitas jaranan dari 17 kecamatan ambil bagian dalam parade yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Lokal”. Para seniman tampil percaya diri menunjukkan kebolehan mereka dalam seni pertunjukan jaranan, menghadirkan atraksi yang memukau warga dan tamu undangan.

Pertunjukan-Jaranan-dalam-Acara-Parade-Jaranan-Nganjuk-pada-hari-Minggu-b.jpg
Bupati dan Wakil Nganjuk berfoto dengan salah satu Komunitas Jaranan Nganjuk. (Foto: Setya Tri We Nardhy/TIMES Indonesia)

Kepala Dinas Porabudpar Nganjuk, Sri Handariningsih, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga strategi budaya untuk menguatkan identitas masyarakat Nganjuk.

“Dengan keterlibatan komunitas dari seluruh kecamatan, kami optimistis budaya jaranan akan kembali bangkit dan berjaya seperti dulu,” ujarnya.

Advertisement

Sri menambahkan, keikutsertaan 78 komunitas jaranan tidak diurut berdasarkan nama kelompok, melainkan berdasarkan wilayah asal. Hal ini membuat jumlah peserta per kecamatan bervariasi, menyesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan harapannya agar parade ini bisa menjadi agenda tahunan yang mendukung pelestarian seni dan budaya Nganjuk.

“Setelah sebelumnya sukses menggelar tasyakuran dengan 1.088 tumpeng, kini kami hadirkan parade dan gebyar jaranan yang melibatkan puluhan grup. Semoga ini menjadi warisan budaya yang terus dikenang dan dicintai oleh generasi muda,” ujarnya.

Pertunjukan-Jaranan-dalam-Acara-Parade-Jaranan-Nganjuk-pada-hari-Minggu-c.jpg
Penampilan Caplokan dalam Parade Jaranan Nganjuk. (Foto: Setya Tri We Nardhy/TIMES Indonesia)

Kemeriahan tidak berhenti di parade. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan Gebyar Jaranan di Alun-Alun Nganjuk yang menampilkan penampilan terbaik dari komunitas jaranan terpilih.

Pertunjukan ini menjadi penutup yang mengesankan dalam perayaan Hari Jadi Nganjuk ke-1088, sekaligus bukti bahwa seni tradisional masih hidup dan mendapat tempat di hati masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSetya Tri We Nardhy (Magang MBKM) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia