Advertisement
Indonesia Positif

Kementan Soroti Desa di OKI Contoh Sukses Ketahanan Pangan Komunitas

Desa Rantau Durian II di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi sorotan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai contoh sukses penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

TIMES Indonesia,
Kementan Soroti Desa di OKI Contoh Sukses Ketahanan Pangan Komunitas
Kunjungan ke Desa Rantau Durian II di Ogan Kowmring Ilir, Sumatera Selatan. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Ogan Komering Ilir Desa Rantau Durian II di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi sorotan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai contoh sukses penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Kunjungan Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Sumsel ke lokasi ini pada Rabu (15/5/2025) menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong replikasi model serupa di seluruh Indonesia. Brigade Pangan Batin Mulya, yang dinobatkan sebagai Duta Inspiratif Provinsi Sumsel, menjadi bukti nyata sinergi antara petani, penyuluh, TNI, dan pemuda dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Advertisement

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengapresiasi pendekatan efisiensi dan keberlanjutan yang diusung Brigade Pangan. “Penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) harus tepat guna, memperhitungkan biaya operasional dan keuntungan jangka panjang agar usaha tani menguntungkan petani,” tegas Mentan Amran melalui keterangan tertulis.

Mentan Amran juga menekankan peran Brigade Pangan sebagai penggerak utama target swasembada pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan.

Kunjungan-ke-Desa-Rantau-Durian-a.jpg

“Kami targetkan 4.224 Brigade Pangan terbentuk di seluruh Indonesia. Ini adalah pasukan garda terdepan yang mengoptimalkan lahan, teknologi, dan SDM pertanian, termasuk melibatkan generasi milenial,” ujar Idha.

Advertisement

Kunjungan diisi dengan dialog interaktif antara perwakilan Kementan, pemimpin Brigade Pangan se-Kabupaten OKI, serta mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang yang sedang melakukan praktik lapangan. Turun langsung ke lahan pertanian, peserta menyaksikan penerapan Alsintan dan inovasi budidaya padi yang meningkatkan produktivitas.

Ajat Jantika, Penanggung Jawab Brigade Pangan Sumsel, menggarisbawahi peran krusial penyuluh pertanian. “Mereka adalah ujung tombak transformasi. Tanpa pendampingan intensif, adopsi teknologi di tingkat petani tidak akan maksimal,” katanya.

Subhan, Manajer Brigade Batin Mulya, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. “Bantuan alat dari provinsi telah meningkatkan efisiensi tanam hingga 30%. Ini membuktikan kolaborasi antar-pihak bisa mengubah wajah pertanian desa,” ungkapnya.

Desa Pionir Pertanian Berkelanjutan

Keberhasilan Brigade Batin Mulya tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga kepemimpinan lokal dan partisipasi aktif warga. Desa Rantau Durian II kini menjadi rujukan bagi daerah lain dalam membangun sistem pangan berkelanjutan.

“Kami ingin model komunitas seperti ini direplikasi di daerah lain. Dengan gotong royong, Indonesia bisa mandiri pangan,” tambah Riki Yoga Pratama, Penyuluh Pertanian Lapangan yang terlibat dalam program.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring Brigade Pangan, memperkuat kapasitas petani, dan mewujudkan visi Indonesia sebagai lumbung pangan global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia