Advertisement
Indonesia Positif

SMK Brantas Karangkates Malang Ngruwat Wujud Kepedulian Melestarikan Budaya Jawa

Hari jadi SMK Brantas Karangkates Sumberpucung Kabupaten Malang ke -30 menggelar kegiatan seni budaya Ngruwat yang bertujuan untuk nguri nguri budaya Jawa agar tidak ditinggalkan anak anak mu dan jaman sekarang .

TIMES Indonesia,
SMK Brantas Karangkates Malang Ngruwat Wujud Kepedulian Melestarikan Budaya Jawa
Dalam acara dies natalis ke 30 digelar acaravruwatan di SMK Brantas Karangkates Sumberpucung Kabupaten Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Hari jadi SMK Brantas Karangkates Sumberpucung Kabupaten Malang ke -30 menggelar kegiatan seni budaya Ngruwat yang bertujuan untuk nguri nguri budaya Jawa agar tidak ditinggalkan anak anak mu dan jaman sekarang.

Kepala SMK Brantas Karangkates, Mintaasih Utami mengatakan,dalam acara Dies Natalis SMK Brantas Karangkates Sumberpucung ke -30 untuk melakukan refleksi dengan melakukan ruwatan bagi lembaga yang bertujuan melestarikan budaya Jawa dan kedepan peserta didiknya lulus bisa langsung kerja.

Advertisement

"Tujuan ngruwat ini untuk keselamatan warga sekolah, karena sekolah ini berdiri di tanah Jawa jadi ya harus ngruwat dan melestarikan budaya Jawa," ungkapnya.

Mintaasih-Utami.jpg

Harapannya, dies naralia ke- 30 dan ngruwat kualitas semakin meningkat karakter anak anak semakin kuat dan kecintaan terhadap tanah jawa dan bangsa ini.

Sedangkan, Ki Dalang S. Martak Harsono menambahkan, inti dari ruwatan istilahnya dalam bahasa Jawa Murwokolo yang artinya mucal sukerto karena tanah Jawa identifikasi ritual slametan dengan kepercayaan.

Melalui Murwokolo dengan tradisi Jawa agar tidak ada sukerto gak ada sengkolo artinya biasanya orang Jawa mengatakan kesandung alam padang kesrimpeteng alam waroto.

Advertisement

walimurid-dan-guru.jpg

"Wong blai soko lali, wong apes tanpo semoyo, padahal jalan iku terlihat mata harapannya supaya Slamet dunia akhir dengan hadir sabdo paling dan syek subakir, " ujarnya.

Ruwatan ini sendiri tidak ada sangkut pautnya dengan agama tetapi ini adalah keyakinan orang Jawa mengharap Ridho Allah SWT.

"Beberapa ruwat bisa dilakukan untuk bumi, angin dan air karena bila tidak di sedekahi bisa menimbulkan bencana, " pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuja'i Sugianto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia