Advertisement
Indonesia Positif

Baru Dapat SK, CPNS di Banyuwangi Dapat Tantangan Bikin Inovasi Baru

Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, langsung dihadapkan tantangan dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

TIMES Indonesia,
Baru Dapat SK, CPNS di Banyuwangi Dapat Tantangan Bikin Inovasi Baru
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memberikan sambutan di hadapan CPNS dan PPPK. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, langsung dihadapkan tantangan dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Dalam momentum penuh semangat ini, Ipuk mengajak mereka untuk tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga berkontribusi dengan inovasi nyata bagi daerah.

Advertisement

“Mumpung masih semangat, saya challenge teman-teman CPNS untuk menganalisis salah satu inovasi yang sudah ada,” kata Ipuk, saat sambutannya dalam acara penyerahan SK CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Jum’at (23/5/2025).

Tantangan ini diberikan orang nomor satu di Bumi Blambangan itu untuk memastikan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) baru tidak hanya sekedar menjalankan tugas administratif, tetapi juga berpikir kreatif dan solutif dalam meningkatkan pelayanan publik.

Dikatakan Ipuk, jika ada CPNS yang memiliki gagasan inovasi baru, mereka diperbolehkan mengajukan ide tersebut, asalkan tetap memenuhi prinsip efisiensi yang telah ditetapkan.

“Saya tantang teman-teman CPNS untuk membuat inovasi yang bisa diterapkan tanpa harus menambah anggaran, tanpa perlu merekrut SDM (Sumber Daya Manusia), dan tanpa membuat aplikasi baru,” ujarnya.

Para kepala dinas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun diminta untuk mengawal tantangan ini, memastikan CPNS yang baru bergabung benar-benar memiliki kontribusi yang nyata. 

Advertisement

“Tolong ditagih, lalu dilaporkan ke saya inovasi apa yang dipilih dan bagaimana hasil analisisnya,” ucap Ipuk.  

Ipuk juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat untuk mempercepat kinerja birokrasi. 

Ia mengingatkan bahwa digitalisasi harus menjadi bagian dari cara kerja ASN dalam meningkatkan efektivitas layanan publik dan memastikan transparansi dalam setiap kebijakan yang dijalankan.

Menurutnya, Banyuwangi butuh ASN yang pekerja keras dan tidak banyak mengeluh untuk membantu menuntaskan masalah pembangunan.

“Saya minta ASN tidak hanya bekerja biasa-biasa saja. Semuanya harus bekerja sesuai prioritas. Manfaatkan digitalisasi untuk mengakselerasi kinerja,” tutup Ipuk. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia