Advertisement
Indonesia Positif

Tekan Kasus Kecelakaan, Satlantas Polresta Banyuwangi Petakan Titik Blackspot dan Troublespot

Demi menekan kasus kecelakaan di jalan, Satlantas Polresta Banyuwangi telah petakan sejumlah lokasi rawan kecelakaan (Blackspot) dan titik gangguan kelancaran lalu lintas (Troublespot) di wilayah Bumi Blambangan.

TIMES Indonesia,
Tekan Kasus Kecelakaan, Satlantas Polresta Banyuwangi Petakan Titik Blackspot dan Troublespot
Peninjauan titik blackspot dan troublespot di Banyuwangi oleh Tim Ditlantas Polda Jatim yakni Kompol Mokhamad Munir. (Foto : Satlantas Polresta Banyuwangi For TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Demi menekan kasus kecelakaan di jalan, Satlantas Polresta Banyuwangi telah petakan sejumlah lokasi rawan kecelakaan (Blackspot) dan titik gangguan kelancaran lalu lintas (Troublespot) di wilayah Bumi Blambangan.

Sebanyak 3 titik rawan telah terpetakan di Banyuwangi dan menjadi perhatian khusus. Pertama Jalan Raya Gatot Subroto masuk di Desa Bulusan dan Lingkungan Klatak, Kelurahan Kalipuro, yang diidentifikasi sebagai titik blackspot. Sementara itu, Simpang Tiga Farley dan Simpang Tiga Polsek KP3 yang teridentifikasi sebagai lokasi troublespot.

Advertisement

Ada beberapa faktor ketiga titik tersebut menjadi lokasi rawan laka hingga kemacetan, diantaranya menjadi kawasan yang padat lalu lintas. Hal itu karena ketiga spot tersebut dekat dengan kawasan pelabuhan dan menjadi gerbang timur pulau Jawa. 

Adapun kegiatan pemetaan atau Monitoring dan Evaluasi (Monev) di titik Blackspot dan Troublespot itu, dilakukan bersama dengan adanya peninjauan dari tim Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur (Ditlantas Polda Jatim), pada Kamis (22/5/2025).

Dijelaskan oleh Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Elang Prasetyo, S.I.Kom., M.H. melalui Kanit Kamsel, Ipda Irvin Jasmine, adanya pemetaan dan monev sejumlah titik blackspot dan troublespot tersebut, dimaksudkan untuk menyusun rekomendasi penanganan serta peningkatan keselamatan bagi pengendara.

“Teridentifikasinya lokasi blackspot dan troublespot secara akurat menjadi dasar perencanaan penanganan demi meningkatkan keselamatan berkendara masyarakat,” katanya, Jumat (23/5/2025).

Dari pemetaan atau monev tersebut, masih kata Ipda Irvin, dihasilkannya rekomendasi teknis seperti pemasangan rambu peringatan, perbaikan geometrik jalan, dan penambahan penerangan di ke titik-titik tersebut. 

Advertisement

“Untuk itu diharapkan terwujudnya kolaborasi antar instansi dalam rangka pencegahan kecelakaan dan mitigasi risiko lalu lintas akibat bencana,” ujarnya. 

“Hal ini juga meningkatkan sinergitas lintas sektor untuk penanganan lokasi rawan secara terpadu dan berkelanjutan sehingga bisa menekan angka kecelakaan di Banyuwangi,” imbuh Ipda Irvin. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia