Advertisement
Indonesia Positif

Peringati Hari Lansia Nasional, Lansia Harus Ubah Pola Pikir dan Gaya Hidup

Rumah Edukasi Creative bersama Permatabumi Kriya (Kreatif Berdaya) Jember dan Sekolah Lansia Tangguh BAGES (Bahagiah Gembira Sukacita) dan Hakka Jember mengadakan seminar kesehatan bertajuk "Ketahui Asal Penyakit?" pada Sabtu (24/5/2025) di Jember.

TIMES Indonesia,
Peringati Hari Lansia Nasional, Lansia Harus Ubah Pola Pikir dan Gaya Hidup
Foto bersama usai seminar kesehatan. (FOTO: M. Abdul Basid /TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Rumah Edukasi Creative bersama Permatabumi Kriya (Kreatif Berdaya) Jember dan Sekolah Lansia Tangguh BAGES (Bahagiah Gembira Sukacita) dan Hakka Jember mengadakan seminar kesehatan bertajuk "Ketahui Asal Penyakit?" pada Sabtu (24/5/2025) di Vihara Jagatnata Maitreya, Kepatihan, Jember.

Advertisement

Dalam seminar tersebut, narasumber Hendra Limantara dari Surabaya menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Ia menekankan pentingnya mengkonsumsi protein yang lebih banyak daripada karbohidrat, serta menghindari mengkonsumsi radikal bebas dan kurangnya nutrisi

"Penyakit terjadi karena kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki oleh obat-obatan, melainkan hanya menekan rasa sakit," kata Hendra.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengubah pola pikir dan gaya hidup untuk menjaga kesehatan.

Sementara itu, Debora Krisnowati, pendamping Selantang Bages, Simoen Hana, dan Kanaan Jember menerangkan bahwa pada 2024 jumlah lansia di Indonesia diperkirakan mencapai 12 persen dari total penduduk.

Advertisement

"Lansia ini aset bangsa Indonesia yang mana meski sudah memiliki lanjut usia perlu tetap aktif produktif biar tidak pikun dan tetap bisa berkontribusi pada pembangunan dan kemasyarakatan," tutur Debora.

Kegiatan ini dihadiri oleh para lansia lintas agama dan etnis di Kabupaten Jember, dan juga merupakan peringatan Hari Lansia Nasional.

Siti Aminah, panitia pelaksana, mengatakan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat penting bagi masyarakat, terutama para lansia, untuk menjaga kesehatan dan gaya hidup yang seimbang. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia