Advertisement
Indonesia Positif

Pemkot Bontang Bangun Budaya Kerja Etis di Kalangan ASN Lewat Kode Etik

Pemkot Bontang tengah mendorong transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi dengan menanamkan nilai-nilai etika dan integritas sebagai pondasi utama dalam pelayanan publik.

TIMES Indonesia,
Pemkot Bontang Bangun Budaya Kerja Etis di Kalangan ASN Lewat Kode Etik
Pranata Humas DPMPTSP Bontang, Maulina Noor (FOTO: Kusnadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Pemkot Bontang tengah mendorong transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi dengan menanamkan nilai-nilai etika dan integritas sebagai pondasi utama dalam pelayanan publik.

Melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Bontang Nomor 51 Tahun 2015, Pemkot tidak hanya menekankan disiplin, tetapi juga membentuk karakter ASN sebagai pelayan masyarakat yang berintegritas dan profesional.

Advertisement

Pranata Humas DPMPTSP Bontang, Maulina Noor, menyebut bahwa penerapan Kode Etik ASN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada kejujuran, tanggung jawab, dan loyalitas terhadap kepentingan publik.

“Budaya etis ini menjadi identitas kami sebagai ASN Kota Bontang. Integritas bukan hanya slogan, tapi harus tercermin dalam setiap keputusan dan tindakan,” ungkap Maulina, Minggu (8/6/2025). 

Kode Etik yang dimuat dalam Perwali itu mengatur perilaku ASN, baik dalam lingkup kedinasan maupun di kehidupan pribadi mereka sebagai bagian dari citra institusi. ASN diminta tidak hanya menghindari penyalahgunaan wewenang, tetapi juga aktif mendukung program-program pembangunan pemerintah secara beretika.

Upaya ini, menurut Maulina, adalah bagian dari reformasi birokrasi yang menekankan pentingnya nilai moral dalam tata kelola pemerintahan. ASN diharapkan menjadi contoh di tengah masyarakat, bukan hanya melalui kinerja, tetapi juga sikap dan perilaku sehari-hari.

“Kami ingin membentuk birokrasi yang tidak hanya bekerja efektif, tapi juga dihormati karena etika dan kejujurannya,” tutupnya. (d)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia