Advertisement
Indonesia Positif

Heran Angka Kemiskinan Tinggi, Bupati Jember Fawait Minta Perguruan Tinggi Kaji APBD

Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak pihak perguruan tinggi yang ada di Jember untuk melakukan kajian atau penelitian terkait efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama 10 tahun terakhir.

TIMES Indonesia,
Heran Angka Kemiskinan Tinggi, Bupati Jember Fawait Minta Perguruan Tinggi Kaji APBD
Bupati Jember Muhammad Fawait, saat menyampaikan paparannya. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak pihak perguruan tinggi yang ada di Jember untuk melakukan kajian atau penelitian terkait efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama 10 tahun terakhir.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan APBD dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember.

Advertisement

"APBD Jember ini sekitar Rp40 - 50 triliun. Maka, saya nanti akan menggandeng universitas yang ada di kabupaten Jember untuk melakukan kajian efektivitas APBD Jember selama 10 tahun terakhir terhadap penurunan kemiskinan, stunting dan AKI-AKB," kata Fawait dalam acara peluncuran program beasiswa di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Rabu (18/6/2025).

Fawait mengatakan, berdasarkan data yang dia miliki jumlah penduduk miskin di Jember tahun 2023 mencapai 236.460 jiwa.

"Data kami lihat dan setelah itu kami lakukan riset dan penelitian, apakah ini benar secara kaidah ilmiah," ujarnya.

Dia mengungkapkan selama ini bahwa penggunaan APBD belum efektif menurunkan kemiskinan.

"Walaupun secara angka APBD kita hampir Rp50 triliun, angka kemiskinan kita tidak menurun, stunting malah naik, angka Kematian ibu dan bayi tinggi. Secara kasat mata ini tidak efektif," imbuhnya.

Advertisement

Dia mengatakan penelitian dari perguruan tinggi akan menjadi referensi untuk penggunaan anggaran yang lebih baik.

"Bukan menyalahkan (pemerintahan) yang lama tetapi menjadi referensi di dalam pembangunan Kabupaten Jember yang akan datang," imbuhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia