Advertisement
Indonesia Positif

Bertemu Pemuda dan Atlet, Dr. Puguh 'Diwaduli' Jaminan Masa Depan

Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM , Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur  menggelar kegiatan penerapan asipasri (reses) di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi ajang diskusi hangat seputar nasib generasi muda dan prestasi bangsa.

TIMES Indonesia,
Bertemu Pemuda dan Atlet, Dr. Puguh 'Diwaduli' Jaminan Masa Depan
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM , Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur  menggelar kegiatan penerapan asipasri (reses) di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi ajang diskusi hangat seputar nasib generasi muda dan prestasi bangsa.

Salah satu warga, Jawadu, menyuarakan keprihatinannya terhadap menurunnya prestasi olahraga nasional, yang menurutnya selaras dengan semakin berkurangnya minat pemuda untuk serius menekuni dunia olahraga.

Advertisement

“Anak-anak muda sekarang ragu menekuni olahraga karena tidak melihat masa depan yang jelas. Tidak semua atlet hidup sejahtera setelah pensiun. Ini soal kepastian ekonomi,” ungkap Jawadu di hadapan peserta reses.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Puguh mengakui bahwa dunia olahraga Indonesia memang masih menghadapi tantangan dalam menjamin masa depan para atlet. Ia menyebut, banyak talenta muda potensial akhirnya berpaling ke jalur lain karena minimnya dukungan berkelanjutan dari negara. 

“Kita tidak bisa hanya memberi penghargaan saat mereka juara. Harus ada skema jaminan karier, pendidikan, dan masa depan bagi atlet. Ini bagian dari ekosistem prestasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dr. Puguh juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Jawa Timur, agar lebih aktif mengembangkan kebijakan afirmatif bagi pembinaan atlet muda, termasuk integrasi program olahraga dengan dunia pendidikan dan jaminan kerja pasca karier atlet. Ia menyebut perlunya kolaborasi antara Dispora, Dinas Pendidikan, dan pihak swasta dalam membangun sistem pendukung atlet yang kuat. “Jangan sampai olahraga hanya jadi panggung sesaat. Kita harus menjadikan atlet sebagai profesi yang terhormat dan terjamin secara ekonomi,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia