Advertisement
Indonesia Positif

Infinite Color Artotel TS Suites Surabaya Jadi Panggung Ekspresi Anak-anak Istimewa

Artspace, ruang seni milik Artotel TS Suites–Surabaya kembali menghadirkan pameran seni yang menyentuh hati. Dengan menggandeng Autism Awareness Indonesia (AAI) DPD Jawa Timur dalam tajuk “Infinite Color”, pameran kolektif ini menampilkan 42 karya lu

TIMES Indonesia,
Infinite Color Artotel TS Suites Surabaya Jadi Panggung Ekspresi Anak-anak Istimewa
Pengunjung saat menikmati hasil lukisan anak berkebutuhan khusus di artspace, ARTOTEL TS Suites - Surabaya. (Foto: Artotel for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Artspace, ruang seni milik Artotel TS Suites–Surabaya kembali menghadirkan pameran seni yang menyentuh hati. Dengan menggandeng Autism Awareness Indonesia (AAI) DPD Jawa Timur dalam tajuk “Infinite Color”, pameran kolektif ini menampilkan 42 karya lukisan dari 15 seniman cilik penyandang autisme, down syndrome, tuna grahita, dan tuna rungu. 

Resmi dibuka pada Jumat (4/7/2025), pameran ini menjadi tempat di mana mereka dapat menyampaikan perasaan, mimpi, dan cara pandangnya terhadap dunia melalui goresan warna. 

Advertisement

"Sebuah ruang yang memberi makna inklusi dan keberdayaan, tidak hanya bagi para seniman muda tersebut, tetapi juga bagi masyarakat yang hadir menyaksikan," ungkap Teddy Patrick, General Manager Artotel TS Suites Surabaya. 

Melalui eksplorasi warna dan bentuk yang lepas dari batasan, “Infinite Color” merepresentasikan harapan, keberagaman emosi, dan kebebasan dalam menafsirkan dunia. 

“Kami bangga dapat menjadi ruang inklusif bagi semua bentuk kreativitas, termasuk dari anak-anak luar biasa ini. Infinite Color bukan hanya pameran seni, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap keberanian mereka dalam mengekspresikan perasaan lewat karya,” jelas Teddy. 

Sementara itu, Hendrik Barata selaku guru pendamping menjelaskan bahwa melalui warna, para peserta bisa menyampaikan perasaan dan identitasnya ke dunia luar. 

“Setiap anak memiliki dunia unik yang tak terbatas. Saya pun merasa terhormat dapat menampilkan karya pribadi saya bersama mereka, sebagai bentuk refleksi dan pendampingan yang sejajar," ujarnya yang juga seorang seniman. 

Advertisement

Pembukaan acara pameran semakin semarak dengan penampilan spesial dari Rizky, serta persembahan musik oleh Touch Heart Band, grup band yang beranggotakan remaja penyandang autisme. 

Karya-karya yang dipamerkan dapat dinikmati publik hingga (4/10/2025) mendatang, serta dapat dimiliki oleh kolektor dan pengunjung yang berminat. Setiap lukisan memuat ekspresi orisinal para seniman cilik dan menjadi bentuk dukungan nyata bagi tumbuhnya semangat mereka dalam berkarya. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia