Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim Ajak Ibu PKK Babatan Olah Tempe Jadi Brownies Sehat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-96 dari UPN Veteran Jawa Timur, kelompok Ambalabu, menggelar kegiatan live cooking bersama ibu-ibu PKK RW 7 Kelurahan Babatan, Surabaya.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim Ajak Ibu PKK Babatan Olah Tempe Jadi Brownies Sehat
Dokumentasi Mahasiswa KKN 96 UPN “Veteran” Jawa Timur Bersama Ibu-Ibu PKK. (FOTO: Joanna Adorenee for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Surabaya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-96 dari UPN Veteran Jawa Timur, kelompok Ambalabu, menggelar kegiatan live cooking bersama ibu-ibu PKK RW 7 Kelurahan Babatan, Surabaya.

Dalam sesi memasak yang berlangsung selama satu jam ini, para mahasiswa memperkenalkan inovasi kuliner berupa brownies tempe tanpa tepung.

Advertisement

Demo memasak tersebut menjadi bagian dari edukasi pangan inovatif yang menyasar pengembangan olahan sehat berbasis tempe, sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat rumah tangga.

“Kami ingin memperkenalkan tempe sebagai bahan pangan yang tidak hanya sehat, tapi juga bisa diolah menjadi makanan kekinian dengan nilai jual tinggi,” ujar Ara, salah satu anggota kelompok KKN.

Brownies tempe buatan mahasiswa ini hanya menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tempe, telur, gula, bubuk cokelat, cokelat batang, margarin, dan baking powder. Tanpa tambahan tepung, camilan ini disebut lebih ramah bagi mereka yang membatasi konsumsi gluten.

Mahasiswa-KKN-96-UPN-a.jpg
Mahasiswa KKN 96 UPN “Veteran” Jawa Timur Melaksanakan Live Cooking Brownies Tempe. (FOTO: Joanna Adorenee for TIMES Indonesia)

Ara menambahkan, tempe merupakan pangan fungsional karena mengandung protein, serat, zat besi, dan probiotik alami dari hasil fermentasi. Kandungan tersebut bermanfaat bagi kesehatan, seperti menjaga pencernaan hingga meningkatkan kadar hemoglobin.

Advertisement

Lebih dari sekadar demo masak, kegiatan ini juga mengusung semangat pemberdayaan ekonomi kreatif. Mahasiswa berharap resep ini bisa dikembangkan sebagai produk UMKM lokal dengan sentuhan branding dan pemasaran digital.

“Inovasi seperti ini sangat potensial dikembangkan sebagai usaha rumahan, apalagi bila dipasarkan lewat media sosial,” imbuh Ara.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Bu Indah, salah satu anggota PKK, mengaku terkesan dengan rasa brownies yang lembut dan gurih.

Olah-Tempe-Jadi-Brownies-Sehat.jpg
Produk jadi brownies tempe inovasi Mahasiswa KKN 96 UPN "Veteran" Jawa Timur. (FOTO: Joanna Adorenee for TIMES Indonesia)

“Rasanya menul-menul, enak, dan lembut. Anak-anak juga pasti suka. Apalagi sekarang banyak yang menghindari tepung, jadi ini bisa jadi alternatif sehat,” tuturnya.

Selain memperkenalkan variasi pangan lokal, kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain mengakhiri kelaparan lewat diversifikasi pangan bergizi, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui UMKM, dan ewujudkan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Ibu-ibu PKK berharap kegiatan serupa bisa digelar kembali sebagai wadah belajar sekaligus menumbuhkan kreativitas kuliner di lingkungan mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisArli Ochaputri Hartono (Magang MBKM) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia