Advertisement
Indonesia Positif

Tsurayya Islamic School Malang Kawal Kurikulum Integrasi Quran dan Sains

Tsurayya Islamic School Malang mengadakan pelatihan untuk seluruh dewan guru beserta karyawan dengan tema: Integrasi Al-Qur’an dan Sains

TIMES Indonesia,
Tsurayya Islamic School Malang Kawal Kurikulum Integrasi Quran dan Sains
Pemateri Ust Amin Muchtar. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Tsurayya Islamic School Malang mengadakan pelatihan untuk seluruh dewan guru beserta karyawan dengan tema: Integrasi Al-Qur’an dan Sains, Selasa (5/7/2025) pagi. Pelatihan ini merupakan bagian dari rentetan kegiatan pembinaan SDM guna persiapan menyambut tahun ajaran 2025/2026.

Pemateri dalam pelatihan ini adalah Ustadz Amin Muchtar. Ia adalah salah seorang anggota Dewan Fatwa MUI Pusat yang berasal dari Bandung. Beliau juga merupakan penasehat Yayasan Tsurayya Karimah Indonesia.

Advertisement

Pelaksanaan-materi.jpg

Saat pelatihan, Ustadz Amin, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa dalam Islam tidak ada istilah dikotomi ilmu. Semua ilmu berasal dari Allah. Beliau juga menyampaikan bahwa pangkal ilmu adalah khasyatullah atau takut kepada Allah. Jadi idealnya seorang penuntut ilmu harus selalu merasa takut kepada Allah.

Integrasi Al-Qur’an dan sains merupakan kurikulum utama pendidikan yang akan diterapkan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Dimulai dari guru-guru yang dibekali dengan kerangka berpikir yang benar tentang konsep ilmu dalam Islam. Kemudian para guru mencoba menerapkannya saat proses belajar mengajar bersama santri di dalam maupun di luar kelas.

SDM-Tisma.jpg

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan terselenggara proses pendidikan yang terintegrasi tanpa adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Tsurayya Islamic School Malang ingin mendidik santri untuk menjadi generasi Qurani, Rabbani dan Mandiri. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMuhammad Iqbal Vickry Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia