Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa UNIPMA Madiun Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin

Mahasiswa UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertemakan sosialisasi anti-bullying di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin pada 16 Desember 2024.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa UNIPMA Madiun Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin
Penerapan materi oleh narasumber di lapangan sekolah. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Mahasiswa UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertemakan sosialisasi anti-bullying di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin pada 16 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang tengah marak di lingkungan sekolah dasar.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Erfina Novi Pramudhita, Endah Kurnia Putri selaku mahasiswa Universitas PGRI Madiun dan beberapa dosen dari Universitas PGRI Kalimantan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SDN Kuin Cerucuk 1 dengan penuh antusias.

Advertisement

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai definisi bullying, jenis-jenis, dampak negatif, serta strategi pencegahan. Metode yang digunakan mencakup pemaparan materi langsung, sesi tanya jawab, serta refleksi interaktif. 

SDN-Kuin-Cerucuk.jpg

Para siswa diajak untuk mengenali bentuk bullying serta menumbuhkan sikap empati dan keberanian untuk melawan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, pemaparan dengan media digital seperti PowerPoint digunakan dalam penyampaian materi, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keterlibatan aktif dalam diskusi.

Selain pemahaman individu, kegiatan ini juga mendorong penguatan kebijakan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kolektif warga sekolah dalam menanggapi isu bullying secara preventif.

Advertisement

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unipma Madiun membuktikan bahwa pengabdian masyarakat yang mengedepankan pendidikan karakter dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dasar, khususnya dalam membentuk generasi yang berani, peduli, dan beretika. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia