Advertisement
Indonesia Positif

Satlantas Polres Banjar Ungkap Pelanggaran Lalin di Ops Patuh Lodaya 2025 Meningkat 11 Persen

Satlantas Polres Banjar mengungkap hasil Operasi Patuh Lodaya yang digelar mulai tanggal 14 sampai 27 Juli di Halaman Satlantas Polres Banjar, Senin (28/7/2025).

TIMES Indonesia,
Satlantas Polres Banjar Ungkap Pelanggaran Lalin di Ops Patuh Lodaya 2025 Meningkat 11 Persen
Satlantas Polres Banjar ungkap tren kenaikan pada jenis pelanggaran lalin didominasi anak dibawah umur. (Foto: Susi/Times Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANJAR Satlantas Polres Banjar mengungkap hasil Operasi Patuh Lodaya yang digelar mulai tanggal 14 sampai 27 Juli di Halaman Satlantas Polres Banjar, Senin (28/7/2025).

Kabag Ops Polres Banjar Kompol Cucu Juhana didampingi Kasat Lantas AKP Firman Hidayat Finim mengungkap bahwa hasil dari Ops Patuh berhasil menurunkan kasus kecelakaan lalulintas.

Advertisement

"Ada tiga kegiatan yang dilaksanakan selama operasi patuh lodaya digelar, yakni giat pre emptive dakmas lantas, giat preventif dan giat represif gakkum lantas," ungkap Kompol Cucu.

Lebih lanjut dijabarkan Kasat Lantas bahwa jenis pelanggaran tertinggi dalam Ops Patuh Lodaya tahun ini di dominasi pada kendaraan roda dua dimana sebanyak 463 pelanggar tak menggunakan helm SNI tercatat naik 16% dari tahun 2024 sebelumnya yang terdata sebanyak 400 orang.

"Tren peningkatan 50 persen pelanggaran lalulintas juga terjadi pada jenis pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara dan dan 9 persen pelanggaran berkendara di bawah umur juga pelanggaran berboncengan lebih dari satu naik 36 persen," bebernya.

Total pelanggaran yang terjaring dalam Operasi Patuh Lodaya tahun 2025 ditambahkan Kasat Lantas Polres Banjar khusus untuk kendaraan bermotor roda dua mencapai 11 persen dengan jumlah total pelanggaran sebanyak 1856 kasus.

Sementara untuk kendaraan roda empat, pelanggaran didominasi pengemudi yang tak menggunakan sabuk pengaman naik sebesar 18 persen dengan jumlah pelanggar sebanyak 530 kasus.

Advertisement

"Untuk penegakan hukum (gakkum) kami mencatat data adanya tren penurunan penilangan sepanjang operasi patuh lodaya yang turun 22 persen atau mencapai 109 tilang," rincinya.

AKP Firman juga menambahkan bahwa dalam Ops Patuh Lodaya tahun ini, pihaknya berhasil mengamankan 45 knalpot yang tak sesuai standar pabrik. "Kami menyita knalpot tersebut untuk dihancurkan dan rata-rata pengguna kendaraan motor dengan knalpot brong didominasi pengendara dibawah umur," jelasnya.

Tren peningkatan bagi pengendara di bawah umur, diakui Kasat Lantas menjadi momok yang cukup memprihatinkan. "Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kamseltibcarlantas di Kota Banjar," tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia