Advertisement
Indonesia Positif

Jelang Musim Ramai, KPH Malang Cek Kesiapan Sistem Pendakian Di Basecamp Omah Tepoes

Menyambut momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata alam, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan/ KPH Malang

TIMES Indonesia,
Jelang Musim Ramai, KPH Malang Cek Kesiapan Sistem Pendakian Di Basecamp Omah Tepoes
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Menyambut momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata alam, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan/ KPH Malang melakukan tinjauan langsung ke Basecamp Pendakian Omah Tepoes di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Administratur/KKPH Malang, Kelik Djatmiko, yang hadir bersama Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Warno Setyobudi, Asper/KBKPH Ngantang, Pramudianto, serta CEO tiketpendakian, Hario Laskito Ardi, beserta jajarannya.

Advertisement

KPH-Malang-cek-Pendakian.jpg

Basecamp Omah Tepoes merupakan pintu gerbang bagi pendaki menuju tiga destinasi pegunungan unggulan: Gunung Kelud, Gunung Kawinajang, dan Gunung Selokurung. Ketiganya menawarkan keunikan tersendiri, seperti pemandangan kawah aktif, medan ekstrem, hingga panorama waduk di puncak gunung yang memesona saat matahari terbit dan terbenam.

Dalam peninjauan ini, tim melakukan simulasi langsung dengan menjadi “pendaki” untuk menguji kelayakan sistem layanan yang dikelola oleh operator tiketpendakian—mitra kerja Perhutani dan PT. Banuraya Mitsuhita Sejahtera. Sistem yang dikembangkan sudah berbasis digital, real time, dan responsif terhadap kebutuhan pendaki.

“Kami lakukan pengecekan mulai dari proses registrasi melalui aplikasi, pengecekan logistik dan kesehatan pendaki, check-in, briefing keselamatan, hingga proses check-out. Semua tahap harus mengutamakan keamanan karena wisata pendakian merupakan wisata minat khusus yang butuh pengelolaan profesional,” ujar Kelik.

Basecamp-Omah-Tepoes.jpg

Ia juga menambahkan bahwa fasilitas penunjang seperti lokasi istirahat, ruang briefing, loket, mushola, dan toilet harus benar-benar siap karena mencerminkan kualitas pelayanan operator kepada para pendaki.

Sementara itu, CEO tiketpendakian, Hario Laskito Ardi, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif Perhutani. “Langkah konkret ini menunjukkan komitmen nyata KPH Malang dalam mewujudkan pendakian yang aman dan nyaman. Kami siap 100% menyambut lonjakan pendaki dan memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Peninjauan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Perhutani dan mitra pengelola wisata dalam menciptakan pengalaman pendakian yang aman, nyaman, dan berkesan di wilayah hutan milik negara, khususnya di kawasan KPH Malang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisM Hilmy Rizqullah Ramadhan Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia