Advertisement
Indonesia Positif

Sosialisasi Anti Perundungan dan Kenakalan Remaja di Tsurayya Islamic School Malang

Tsurayya Islamic School Malang mengadakan kegiatan sosialisasi bertema Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja yang dihadiri oleh seluruh dewan asatidz dan santri, Rabu (16/7/2025).

TIMES Indonesia,
Sosialisasi Anti Perundungan dan Kenakalan Remaja di Tsurayya Islamic School Malang
Seluruh santri menyimak materi dari Brigadir Polisi Diah W. anggota Polsek Dau. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Tsurayya Islamic School Malang mengadakan kegiatan sosialisasi bertema Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja yang dihadiri oleh seluruh dewan asatidz dan santri, Rabu (16/7/2025).

 Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pondok pesntren untuk membentuk generasi yang peduli dan berintegritas, mengingat pentingnya membekali santri dengan pengetahuan tentang perilaku positif dan pencegahan kenakalan remaja.

Advertisement

Pada kesempatan kali ini yang bertugas sebagai pemateri adalah Kapolsek Dau Kompol Suyatno, S.Sos, yang hadir bersama jajarannya. Dalam momentum tersebut, beliau menyampaikan betapa pentingnya mengedukasi santri sejak dini tentang bahaya bullying dan kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka. Kapolsek juga menekankan bahwa pondok pesantren bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga merupakan tempat yang aman bagi siswa untuk berkembang tanpa rasa takut.

Santri-bertanya.jpg

“Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan berkembang. Mari kita jadikan pondok pesantren sebagai rumah kedua bagi siswa yang penuh dengan kasih sayang dan pengertian,” ujar Kapolsek Dau Kompol Suyatno, S.Sos, dalam sesi sambutannya.

Sosialisasi ini juga diikuti oleh sesi interaktif antara para pemateri dan santri, di mana mereka mengadakan sesi tanya jawab mengenai cara-cara mencegah bullying, pentingnya saling menghargai, dan bagaimana menjadi remaja yang bertanggung jawab dalam komunitas. Selain itu, para santri diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Kapolsek Dau beserta jajarannya mengenai hal-hal yang perlu diwaspadai dalam pergaulan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar Pondok Pesantren.

Pemberian-piagam.jpg

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para santri Tsurayya Islamic School Malang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang baik, serta mampu menanggulangi masalah bullying dan kenakalan remaja. Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan peduli terhadap sesama. Soisalisai ini merupakan bagian dari kegiatan MPLS tahun ajaran 2025/2026.

Tsurayya Islamic School Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan bagi para santri untuk memjadi generasi Qurani, Rabbani dan Mandiri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAtoriq Nurriza (CR) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia