Advertisement
Indonesia Positif

Safari PWI Bondowoso: Ketua DPRD Beber Makna Kolaborasi Pemerintah-Media Massa

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso periode 2025-2028, melakukan safari sekaligus silaturahmi bersama Ketua DPRD Ahmad Dhafir.

TIMES Indonesia,
Safari PWI Bondowoso: Ketua DPRD Beber Makna Kolaborasi Pemerintah-Media Massa
Sejumlah pengurus PWI Bondowoso periode 2025-2028 saat silaturahmi dengan Ketua DPRD (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso periode 2025-2028, melakukan safari sekaligus silaturahmi bersama Ketua DPRD Ahmad Dhafir. 

Rombongan pengurus PWI Bondowoso diterima Ketua DPRD di rumah dinasnya, Kelurahan Tamansari, Selasa (5/8/2025). 

Advertisement

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, pengurus PWI Bondowoso dan Ketua DPRD mengobrolkan banyak hal. Khususnya tentang kondisi dan sinergi untuk pembangunan daerah ke depan. 

Ketua PWI Bondowoso, Sincha Ari Pangestu mengucapkan terima kasih karena kehadirannya diterima dengan baik. “Terimakasih pak ketua (panggilan untuk Ketua DPRD), atas kesempatan dan waktunya,” katanya.

Kemudian perempuan yang karib disapa Ocha itu menyampaikan maksud kunjungannya. Pertama kata dia, tentu untuk menjalin sinergi yang lebih baik dengan pimpinan legislatif. 

Sebenarnya kata dia, hubungan selama ini sudah sangat. Tetapi perlu terus dirawat agar lebih kuat.

Di sisi lain, PWI Bondowoso yang rata-rata diisi anak muda perlu mendapatkan arahan dan bimbingan. “Karena pak ketua kan jauh lebih dulu tahu asam garam kehidupan,” ucapnya. 

Advertisement

Sementara Ketua DPRD Ahmad Dhafir menegaskan, keberadaan jurnalis sangat penting sebagai mitra strategis dalam proses demokrasi, pembangunan, dan kontrol sosial.

“Eksekutif dan legislatif tidak bisa berdiri sendiri tanpa teman-teman wartawan,” tegas Ketua DPC PKB Bondowoso itu.

Ia juga mengingatkan bahwa media dan jurnalis merupakan pilar keempat demokrasi yang tidak bisa diatur dan dikendalikan oleh siapapun. Oleh karena itu kata dia, para pelayan publik tidak seharusnya merasa alergi terhadap keberadaan media.

Ia menegaskan, kritik dari media terhadap pemerintah adalah sesuatu yang wajar dan sehat dalam demokrasi. Namun demikian lanjut dia, media juga harus memotret keberhasilan pembangunan pemerintah. 

“Pemerintah harus dikritik, tapi pembangunan yang berhasil juga harus disampaikan kepada masyarakat. Itulah kolaborasi yang sebenarnya,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa yang terpenting dalam kerja jurnalistik adalah keakuratan data dan keberimbangan informasi.

“Yang terpenting itu ada sumber berita yang jelas, baik data maupun narasumber. Salah kalau pelayan publik alergi kepada media,” pungkasnya.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia