Mahasiswa KKN FPUB Kembangkan Kreativitas Anak dan Edukasi Warga Olah Minyak Jelantah
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) yang menjalani Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, membawa warna baru bagi pendidikan anak usia dini dan pemberdayaan masyarakat.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) yang menjalani Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, membawa warna baru bagi pendidikan anak usia dini dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan di Satuan PAUD Sejenis (SPS) desa setempat, mahasiswa KKN mengadakan pelatihan motorik untuk anak usia 0–2 tahun, praktik daur ulang minyak jelantah menjadi lilin ramah lingkungan bagi wali murid, serta menghias kelas dengan karya kreatif.
Kegiatan ini selaras dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dengan fokus pada pengembangan anak usia dini serta pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Pelatihan sensor motorik dilakukan dengan media sederhana namun menarik, seperti jeli yang dipotong menyerupai mie dan tepung berwarna. Aktivitas ini dirancang untuk melatih koordinasi mata-tangan, memperkenalkan tekstur, serta menstimulasi rasa ingin tahu anak melalui sentuhan dan permainan. Para mahasiswa membimbing anak-anak secara bergantian, memastikan setiap anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Dosen Pembimbing Lapang, Dr. Mochammad Syamsulhadi, S.P., M.P mengatakan, dalam program yang berjalan pada Juli hingga Agustus 2025 ini, anak-anak diberi pelatihan motorik dengan menggunakan bahan sederhana seperti jeli potong menyerupai mie dan tepung berwarna.
"Aktivitas ini bertujuan melatih koordinasi mata dan tangan, mengenalkan berbagai tekstur, sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu anak," terangnya.
Pelatihan ini disambut antusias oleh seluruh warga sekolah, baik murid, orang tua, maupun guru. Salah satu guru SPS mengaku sangat senang melihat antusiasme mereka.
"Media sederhana seperti jeli dan tepung berwarna ternyata membuat anak-anak belajar sambil bermain, mengenal warna, tekstur, dan melatih koordinasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, para wali murid mendapat pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi lilin hias. Peserta diajak mempraktikkan setiap tahap, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin yang diberi sentuhan dekorasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus peluang usaha rumahan.
Kegiatan ini mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memberi keterampilan baru yang berpotensi menjadi peluang usaha.
Proses pembuatan dilakukan secara langsung, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin dengan wadah dan bunga yang menarik.
Tidak hanya itu, suasana SPS juga dibuat semakin ceria berkat kegiatan dekorasi kelas. Mahasiswa membuat origami warna-warni yang ditempel di dinding, serta menggambar berbagai macam hewan sebagai hiasan kelas. Kegiatan ini turut mendorong SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi anak-anak.
Tidak hanya fokus pada pelatihan, mahasiswa juga mempercantik kelas SPS dengan dekorasi origami berwarna-warni dan gambar hewan. Dekorasi ini menambah keceriaan suasana belajar anak.
Kegiatan KKN FPUB di Desa Miru ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat memberi dampak besar. Anak-anak mendapatkan stimulasi perkembangan motorik, orang tua memperoleh keterampilan baru, dan lingkungan desa mendapat manfaat dari pengelolaan limbah yang kreatif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

